Lombok Post
Headline Sumbawa

Warga : Tutup Cafe Sampar Maras

TUTUP CAFE : Massa aksi tolak keberadaan cafe saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumbawa, kemarin(9/1). RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA – Sekelompok massa gabungan dari LSM Cendrawasih Setia, Forum Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Sumbawa dan Kantor Bupati Sumbawa. Massa menuntut agar pemerintah dan aparat menutup keberadaan cafA� di kawasan Sampar Maras.Lokasi tersebut dinilai sebagai tempat maksiat.

Di depan Polres Sumbawa, Ahyar Ribut salah seorang orator mengatakan, keberadaan cafe di Sampar Maras adalah biang masalah. Di lokasi tersebut, banyak terjadi kasus penganiayaan. Bahkan terjadi perkelahian antar satuan pengamanan cafe dan pengelola cafe.

”Ini yang tidak kami inginkan terjadi di daerah kami yang kami cintai,” ujar Ribut,dalam orasinya, kemarin (9/1).

Selain itu, keberadaan cafe di kawasan Sampar Maras ini juga merupakan biang maksiat. Banyak pria yang selingkuh dari istrinya di kawasan itu. Tidak sedikit istri-istri yang melabrak suaminya di sana. Hal ini kemudian berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan sang suami kepada istrinya.

Dia meminta aparat dan pemerintah menertibkan dan menutup kawasan tersebut. ”Kami mohon kepada Bapak Kapolres Sumbawa agar tangkap semua yang membuat keributan di atas sana,”katanya.

Setelah aksi di Polres Sumbawa, aksi dilanjutkan ke Kantor Bupati Sumbawa. Di lokasi ini, Abdul Hatap perwakilan dari FPPK membacakan pernyataan sikapnya. Massa mendukung penuh langkah pemerintah dan aparat penegak hukum. Massa meminta agar bupati menutup aktivitas cafe di kawasan Sampar Maras.

Dalam tuntutan mereka, kapolres juga diminta untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan di kawasan Sampar Maras yang sudah dilaporkan. Bupati, DPRD dan Kapolres Sumbawa diminta untuk mengambil sikap tegas terkait tuntutan aksi.

Menurutnya, keberadaan cafe di kawasan Sampar Maras tidak memiliki izin dan melanggar undang-undang yang berlaku. Apabila tuntutan massa ini tidak diindahkan, massa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

”Kalau tidak diindahkan, saya sendiri yang akan menyegel cafe di Sampar Maras,” kata Ribut.

Massa kemudian ditemui oleh Asisten I Setda Sumbawa HM Ikhsan Majid. Di hadapan massa, Ikhsan mengatakan bahwa pemda menerima baik kedatangan massa. Apa yang disampaikan terkait keberadaan cafe di Sampar Maras menjadi perhatian bersama sejak lama.

”Apa yang disampaikan tadi akan kita tampung. Untuk kita jadikan bahan dalam mengambil kebijakan. Tentu dengan melibatkan instansi terkait lainnya,” katanya.

Dijelaskan, bersama dengan Polres Sumbawa dan Satpol PP, pihaknya akan mengkaji laporan massa. Yang akan ditindaklanjuti adalah terkait perizinan. Apakah cafe tersebut memiliki izin mendirikan bangunan, izin usaha hiburan atau izin penjualan, akan diteliti. Jika ditemukan ada indikasi pelanggaran, maka bersama aparat kepolisian pihaknya akan melakukan penertiban.

Setelah mengggelar aksi di kantor Bupati Sumbawa massa aksi melanjutkan aksi di gedung DPRD Sumbawa.Perwakilan aksi langsung diterima ketua Komisi IV DPRD Sumbawa Ida Rahayu beserta jajarannya di ruangan Komisi IV. TurutA� hadir juga dalam hearing tersebut Ketua Komisi III Rusli Manawari.

Menanggapi tuntutan massa aksi Ida menjelaskan apa yang menjadi keinginan masyarakat tentu akan diakomodir dan ditandaklanjuti secara serius.

a�?Karena kami adalah wakil masyarakat, jadi kami akan menindaklanjuti dengan serius apa yang menjadi harapan bapak-ibu semua. Jadi pada prinsipnya sudah ada 5 fraksi yang berada di barisan bapak-ibu semua,a��a�� kata Ida. (run/en)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost