Lombok Post
Tanjung

Ini Baru Namanya Pengusaha yang Baik

AKAN DITERTIBKAN: Tempat berjemur wisatawan milik salah satu hotel berjajar rapi pantai di Gili Trawangan. Namun sayang, sepertinya bangunan ini akan ditertibkan pemda karena berada di sempadan pantai. Ivan/Lombok Post

TANJUNG – Sejumlah pengusaha di Gili Trawangan sudah membongkar sendiri bangunannya yang berada di sempadan pantai. Langkah pengusaha ini mendapatkan apresiasi dari Pemkab Lombok Utara.

a�?Kita apresiasi pengusaha yang membongkar sendiri. Kalau misalnya tidak, ya kita yang akan lakukan,a�? ujar Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda Lombok Utara Faisol, kemarin (9/1).

Hingga saat ini sudah ada beberapa pengusaha yang menginisiasi pembongkaran sendiri bangunan yang ada di sempadan pantai di Trawangan. Salah satunya Sama-Sama Bar. a�?Tanggal 20 Februari nanti Villa Ombak juga akan mulai membongkar bangunannya sendiri,a�? ungkapnya.

Pemkab Lombok Utara sendiri memberikan tenggat waktu bagi pengusaha untuk membongkar bangunannya hingga 23 Februari mendatang. a�?Nanti juga pengusaha akan membuat surat pernyataan akan membongkar sendiri. Saat ini baru beberapa pengusaha yang sudah menyanggupi membongkar sendiri,,a�? tandasnya.

Dari data yang disampaikan pihak desa, saat ini bangunan yang berada di kawasan sempadan pantai sebanyak 146 unit. Rencana pembongkaran bangunan di sempadan pantai ini sudah disosialisasikan kepada pengusaha pemilik bangunan. Untuk penataan kawasan sempadan pantai di Gili Trawangan, Pemkab Lombok Utara sudah menyiapkan anggaran Rp 1,3 miliar pada APBD 2017.

Terpisah, GM Villa Ombak Made Mada membenarkan rencana pembongkaran bangunan milik perusahaannya yang ada di sempadan pantai. a�?Kita siap membongkar sendiri sebelum batas waktu yang pemerintah berikan. Semua bangunan yang ada di sempadan pantai akan kami bongkar,a�? ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Sama-Sama Bar and Bungalows Acok Zani Bassok membenarkan pihaknya telah membongkar beberapa bangunan yang ada di sempadan pantai. a�?Kita akan bongkar sendiri seluruhnya sebelum batas waktu yang diberikan pemerintah,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost