Lombok Post
Bima - Dompu

Dana Bantuan Banjir Disunat

WARGA : Puluhan warga RT 01 dan RT 02 Kelurahan Matakando melakukan aksi protes depan kantor kelurahan, kemarin(9/1). Yety/ Radar Tambora

KOTA BIMAA� a��A� Pembagian cash for work menuai kontroversi. Aksi protes dari korban banjir yang namanya tidak terdata terus berdatangan. Pemerintah kelurahan menjadi sasaran luapan emosi mereka.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin pagi, ada beberapa kantor kelurahan di Kota Bima yang didatangi warga. Dua diantaranya kantor Lurah Matakando dan Jatiwangi.

Warga melakukan aksi protes karena nama mereka tidak terdata sebagai penerima cash for work. Padahal, mereka juga merupakan korban banjir.

Warga yang melakukan aksi protes bukan hanya yang namanya tidak terdata. Tetapi mereka penerima cash for work yang jatahnya dipotong. Dari besarnya bantuan Rp 500 ribu, tetapi yang diterima hanya Rp 450 ribu.

Terkait aksi protes tersebut, Lurah Matakando R M Irwan mengajak perwakilan warga untuk melakukan audiensi di aula kantor kelurahan. Dijelaskannya, ada 527 rumah di Kelurahan Matakando terdampak banjir. 11 rumah rusak sedang dan ringan, tiga unit rumah rusak berat. Dan rumah terendam banjir sebanyak 513 rumah.

a�?Ini data yang saya laporkan. Dari tiga unit rumah rusak berat yang saya laporkan, ternyata setelah PU melakukan kroscek hanya satu unit rumah yang dikatakan rusak berat,a�? bebernya di hadapan warga.

Ketua RT 02 Kelurahan Matakando Julkifli Gamal menjelaskan, 53 kepala keluarga (KK) di lingkungannya rata a�� rata terendam banjir. Namun, pasca bencana banjir tersebut ia tidak pernah diminta untuk melakukan pendataan korban banjir. Tetapi tiba a�� tiba saja ia menerima data nama warganya yang mendapat cash for work.

Julkifli mengaku tidak tahu proses pendataan nama korban banjir tersebut. Karena dari 53 KK di RT nya, hanya 30 persen yang mendapatkan cash for work. Sementara bagi nama warga yang ganda, diarahkan untuk diberikan kepada warga lain yang juga korban banjir.

a�?Saya tidak pernah melakukan pendataan. Saya kaget tiba a�� tiba ada nama saya dan beberapa warga saya yang terima bantuan Rp 500 ribu,a�? ujarnya di aula kantor Lurah Matakando.

Sementara warga RT 08 Kelurahan Matakando Nabas mengaku, bantuan yang mereka terima hanya Rp 450 ribu. Ia mengaku tidak tahu alasan pemotongan bantuan tersebut. Namun informasi yang diperoleh, uang yang dipotong tersebut akan diberikan bagi korban banjir yang namanya tidak terdata.

a�?Kalau di RT saya itu rata a�� rata uang bantuan dipotong sama Pak RT,a�? ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Lurah Matakando akan mencarikan jalan keluar. Agar tidak ada warga yang merasa dirugikan. Menurutnya, data jumlah kerusakan sudah disampaikan ke BPBD Kota Bima. Hanya saja sempat terjadi misskomunikasi. Sehingga data tersebut tidak tercatat di posko induk.

Sementara untuk pemotongan bantuan tersebut, Irwan dengan tegas mengatakan akan memanggil ketua RT dan RW. Akan dilakukan klarifikasi alasan pemotongan bantuan tersebut. Karena berdasarkan instruksi dari pemerintah, tidak ada pemotongan untuk bantuan itu.

a�?Kami akan carikan jalan keluar agar warga yang belum terdata bisa mendapat bantuan juga. Untuk pemotongan, nanti saya akan panggil ketua RT nya,a�? katanya.

Terkait aksi protes tersebut, Lurah Matakando meminta waktu untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kota. Ia berjanji akan mengundang ketua RT sebagai perwakilan warga untuk menginformasikan hasil koordinasi tersebut.

a�?Apa yang menjadi masukan dari warga sudah saya tampung dan akan disampaikan ke atas. Bagaimana hasilnya, nanti saya akan kembali mengundang mereka,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara