Lombok Post
Metropolis

Kota Tua Butuh Kasih Sayang

SORE DI AMPENAN: Beberapa orang pengunjung menikmati suasana sore hari di Pantai Ampenan, Sabtu (7/1) lalu. Eks pelabuhan kota tua ini kini menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi warga. SIRTU/LOMBOK POST

MATARAM – Geliat ekonomi di Kota Tua Ampenan, cendrung biasa-biasa saja. Meski kawasan ini telah ditetapkan sebagai salah satu jaringan Kota Pusaka. Bangunan-bangunan kuno, telah dijadikan cagar budaya.

Sayang, kekayaan luar biasa ini, memang belum berhasil menyedot wisatawan secara maksimal. Padahal, tidak hanya bangunan sejarah, tetapi kuliner, kekayaan etnis hingga pantai yang indah harusnya menjadi daya tarik luar biasa.

Nampaknya, Ampenan memang butuh kasih sayang lebih dari Pemkot Mataram. a�?Kita upayakan harus ada perubahan pada Kota Tua Ampenan di tahun ini,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Memang kota tua ini sudah terlalu lama tidur. Sudah banyak rencana pengelolaan kawasan ini. Sayangnya, belum benar-benar melambungkan nama Kota Tua Ampenan.

Sebenarnya ada investor asal Bali yang ingin menanamkan modal di sektor pelayaran. Mereka berniat membuat pelabuhan baru untuk bersandarnya kapal Crusie. Sayangnya, karena persoalan perizinan, rencana ini mandeg.

Kabarnya pihak investor disibukan perizinan terutama dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Jadi walau pembicaraan sudah menghangat sejak pertengahan Juni 2016 lalu,A� nyatanya sampai saat ini, rencana tersebut belum jelas kapan realisasinya.

a�?Semoga bisa 2017 ini,a�? harap Mohan ketika ditanya hal tersebut.

Tetapi Mohan memastikan, pemkot tidak berpangku tangan. Rencana membuat dermaga, bukan target satu-satunya. Di tahun 2017 ini, pemerintah sudah berkomitmen untuk melakukan perbaikan di sekitar eks Pelabuhan Ampenan.

a�?Sebenarnya animo masyarakat sudah cukup tinggi menggunjungi tempat wisata itu. Hanya persoalan kenyamanan, keamanan dan kebersihan yang harus ditingkatkan lagi,a�? terangnya.

Ia berharap, beberapa program yang telah disisipkan di SKPD teknis dalam berbagai bentuk bisa menjadi pelecut Kota Tua Ampenan sebagai icon baru Mataram. “Sudah ada anggarannya,a�? ujarnya.

Tidak hanya itu, rencana kreatif seperti memanfaatkan cidomo sebagai salah satu transportasi untuk para wisatawan berkeliling kota juga akan diupayakan. Sementara untuk menghidupkan suasana malam hari, kesepakatan kerja sama dengan Asosiasi Jasa Boga Indonesia telah didapatkan. Para juru masak akan meramu banyak kreasi kuliner dengan memanfaatkan kawasan di pinggir Sungai Jangkuk.

a�?Jika itu berjalan, geliat ekonomi pada malam hari juga kita harapkan bisa kembali meningkat,a�? terangnya.

Salah satu SKPD yang secara teknis akan memberi banyak sentuhan pada Kota Tua Ampenan adalah Dinas Pariwisata. Kabarnya juga, eks Pelabuhan Ampenan akan diserahkan ke SKPD ini untuk dikelola secara profesional.

a�?Kalau itu benar diserahkan, saya berencana untuk meminta pihak ketiga mengelolanya. Supaya capaian targetnya bisa lebih riil,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata Abdul Latif Nadjib. (zad/r5)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post