Selong

Salmun Rahman, Dulu Kasat Pol PP Kini Jadi Tukang Tagih

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Daerah Lombok Timur (Lotim) dipecah menjadi Badan Pendapatan Daerah (BPD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tak pernah diprediksi, mantan Kepala Sat Pol PP Lotim Salmun Rahman dipercaya oleh Bupati Ali BD sebagai kepala BPD yang baru saja dibentuk.

***

WAJAHNYA terlihat semringah. Saat ditemui di ruangannya, pria mengenakan kemeja putih. Ia nampak nampak berbincang dengan sejumlah staf Sat Pol PP Lotim. Ia nampaknya berbincang untuk siap-siap pamit meninggalkan posisi lamanya sebagai Kasat Pol PP.

a�?Mari-mari kita di dalam,a�? sapanya hangat.

Raut wajahnya berbinar-binar. Belum jelas apakah dikarenakan perasaan senang atau perasaan kaget tak menyangka dirinya bakal dipindah menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (BPD) Lotim.

a�?Ya kalau kami kan intinya siap ditugaskan dimana saja. Saya sudah biasa dirotasi di banyak tempat. Mulai dari kelurahan, kecamatan, BKD hingga Sat Pol PP,a�? tutur pria kelahiran Mataram 22 Nopember 1969 ini.

a�?Sekarang Alhamdulillah saya dipercaya sebagai a�?tukang tagiha�� ya amanah ini harus kita jalankan sebaik-baiknya,a�? lanjutnya tertawa kepada wartawan.

Pria yang pernah menjabat Lurah Tanjung Teros ini mengungkapkan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan oleh kepala daerah tentu melalui pertimbangan yang matang. Karena, sesuai yang dikatakan Bupati, ia percaya bahwa setiap pejabat yang ditunjuk untuk mengisi posisi jabatan pimpinan didasarkan pada pengalaman yang dimiliki pejabat tersebut.

Apalagi, di Badan Pendapatan Daerah ini dikatakannya sebagai SKPD yang memiliki peran sangat strategis. Mengingat, tugas utama yang diemban oleh SKPD ini nantinya adalah bagaimana memaksimalkan potensi pendapatan daerah untuk kemajuan pembangunan.

A�a�?Karena Pendapatan Asli Daera (PAD) dan pendapatan lainnya bisa menjadi salah satu tolok ukur kemajuan dan kemandirian suatu daerah. Maka tugas ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Pokoknya kita kerja keras saja dulu,a�? ucap mantan Camat Terara tersebut.

Tak mau berlama-lama beradaptasi dengan posisi barunya ini, Salmun mengaku ada sejumlah langkah yang telah ia siapkan untuk bekerja. Diantaranya yakni memetakan potensi yang selama ini tidak tergarap dengan maksimal. Selain itu, ia juga berencana mencari sumber-sumber pendapatan daerah lain yang potensial. a�?Yang paling penting kalau di sini menurut saya kita harus sering turun ke bawah menggenjot para wajib pajak dan memaksimalkan potensi yang ada. Karena kalau orang nagih ini nggak bisa dari belakang meja,a�? jelasnya.

Untuk itu, ia berencana lebih banyak turun ke lapangan mendorong kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Objek pajak yang sebelumnya belum mencapai 100 persen dijelaskannya harus bisa terealisasi sesuai target.

A�a�?Sementara apa yang sudah terealisasi harus dipertahankan dan ditingkatkan,a�? ucapnya.

Berbekal pengalaman sebagai Kasat Pol PP, urusan tagih menagih bukan hal yang baru baginya. Mengingat sebelumnya Sat Pol PP juga dtugaskan menjadi salah satu pihak yang bertugas membantu pemerintah menagih pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Hasilnya cukup memuaskan.

Dengan karakter dan latar belakangnya yang sempat menjadi anggota TNI selama dua tahun, bisa dipastikan peluang para wajib pajak untuk menghindar dari kewajibannya tertutup rapat. a�?Kalau nagih ini nggak bisa kita nunggu terus dan teralalu santai menghadapi wajib pajak. Kalau ada yang melanggar enggan membayar pajak, harus ditindak tegas. Itu salah satu upaya kita membina dan menyadarkan mereka pentingnya pajak,a�? tegasnya.

Salmun sempat menjalani wajib militer. Ketegasan dan keterlibatan langsung di lapangan diyakininya menjadi modal penting dalam melaksanakan tugas.

a�?Masyarakat selalu menuntut pembangunan, sementara mereka lupa kewajiban. Padahal daerah kan membangun menggunakan pendapatan dari pajak serta pendapatan yang lain. Semakin mandiri suatu daerah itu semakin bagus untuk menghindari ketergantungan pada anggaran dari pusat,a�? pungkaa pria empat anak tersebut. (HAMDANI WATHONI, SelongBersambung/r2)

Related posts

Kemenag Lotim Dukung Full Day School

Redaksi Lombok Post

Asyik, Lapas Selong Obral Remisi

Iklan Lombok Post

Lotim Kirim Paskbiraka ke Istana Negara

Redaksi Lombok Post