Lombok Post
Giri Menang Headline

Senggigi Sekarat!

WISATA UNGGULAN: Keindahan pantai Senggigi dinikmati dari daerah keitinggian. Hanya saja, permasalahan sampah dan fasilitas umum yang kurang selalu dikeluhkan wisatawan. IVAN/LOMBOK POST

GIRI MENANG – Keberadaan Senggigi sebagai destinasi wisata unggulan di NTB jelas tak terbantahkan. Tapi, kini kondisinya sedang “sekarat”. Kalau tidak segera ditangani, bisa mati dan tinggal nama.

Sejauh ini, geliat pertumbuhan pariwisata di Senggigi, menjadi salah satu yang terbaik di Bumi Gora. Hanya saja, seiring berjalannya waktu dan muculnya destinasi-destinasi baru, keberadaan Senggigi semakin terpinggirkan. Pemkab Lobar butuh inovasi jika tak ingin Senggigi semakin ditinggal wisatawan.

Anggota Komisi II DPRD Lobar yang membidangi pariwisata Indra Jaya Usman pun menyarankan agar Pemkab Lobar bergerak cepat. Untuk mengatasi permasalah Senggigi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Dikatakan Indra, marwah Senggigi sebagai destinasi wisata unggulan di NTB harus digaungkan kembali. Untuk terus menghidupkan Senggigi, kata dia, Pemkab Lobar harus menelurkan banyak terobosan.

“Kalau saya lihat, Senggigi itu layak sebagai kawasan transit pariwisata,” terangnya, kemarin (9/1).

Nama besar Senggigi yang sudah lebih dahulu populer ketimbang kawasan wisata lainnya di NTB, menurut politisi Partai Demokrat ini menjadi modal berharga. Karena itu, ia menyarankan agar kawasan Senggigi dijadikan sebagai Melting Pot. “Lokasinya strategis, Hotel, Villa dan tempat hiburan bisa difokuskan di Senggigi,” jelasnya.

Saat disinggung terkait rencana revitalisasi oleh Pemkab Lobar, menurut Indra itu penting. Dengan program revitalisasi, kata dia, maka suatu kawasan akan bisa tertata dengan baik.

Sayangnya, dengan anggaran yang belum mencukupi disarankan lebih baik memperhatikan infrastruktur. Terlebih lagi dengan permasalah klasik yang selama ini menghantuai kawasan Senggigi. Seperti sampah, parkir sampan hingga penerangan jalan yang belum juga terselesaikan hingga sekarang.

“Sampah itu dari dulu menjadi pembahasan, tapi tidak selesai-selesai,a�? sesalnya.

Tak hanya sampah, parkir sampan yang masih semrawut pun dikatakan Indra harus ada ketegasan dari dinas terkait. Langkah kongkret terkait penertiban harus segera dilakukan pemda.

Apalagi adanya kabar bahwa sampan yang parkir di Senggigi bukan dari masyarakat sekitar namun berasal dari Kota Mataram. Dikatakan Indra harus ada tindakan tegas.

“Masalah ini, dulu bupati sempat turun. Namun sampai sekarang masih tetap itu-itu saja yang diurus,a�? katanya.

Melihat permasalah klasik tersebut yang tak kunjung beres, Indra menilai Senggigi tidak bisa dijadikan destinasi utama sebagai kawasan wisata. “Harus segera berbenah, kalau tidak Senggigi bisa ditinggalkan,a�? pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitasilasi kawasan Senggigi yakni sekitar Rp 20-30 miliar. Untuk tahap awal yang dimulai tahun ini menyasar kawasan Pantai Meninting dan Kerandangan.

Program revitaslisasi ini juga akan meyentuh pengadaan berbagai fasilitas umum, mulai dari toilet hingga fasilitas infrastruktur lain. Anggarannya memang tidak sedikit, karena ini revitaliasi kawasan. Bukan satu titik lokasi,” tandasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost