Lombok Post
Selong

Bayi Tanpa Kepala itu Hasil Hubungan Gelap

TERANCAM KURUNGAN: Idah (kanan) warga Dusun Kering Desa Pandanwangi Kecamatan Jerowaru terduga pelaku pembuangan bayi saat diperiksa Kanit PPA Polres Lotim, kemarin (10/1).TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Pelaku pembuangan A�bayi di Dusun Kering Desa Pandanwangi, Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) akhirnya ditemukan. Dia adalah Idah, warga setempat. Pelaku mengaku membuang darah dagingnya lantaran bayi itu hasil dari hubungan gelapnya dengan A�lelaki yang ia sebut bernama Mahnun.

a�?Saya terpaksa buang bayinya biar nggak ketahuan oleh anak saya dan warga kalau saya sudah melahirkan,a�? ucapnya kepada wartawan Lombok Post saat diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Lotim kemarin.

Diceritakannya, kejadian bermula ketika dirinya berpacaran dengan Mahnun, tiga tahun silam. Janda yang memiliki seorang anak yang sudah lulus SMA ini mengaku beberapa kali diajak oleh Mahnun menikah. Namun ia belum menyanggupi keinginan Mahnun lantaran belum siap.

a�?Makanya saya hanya pacaran saja,a�? akunya.

Namun dalam hubungan itu ia mengaku beberapa kali berhubungan badan. Selama mengandung, Idah berusaha menutupinya dari warga sekitar dan anaknya. Ia kerap menggunakan rok dan baju yang longgar sehingga tidak terlihat sedang hamil. a�?Pas melahirkan juga nggak ada yang tahu. Makanya setelah bayinya keluar langsung saya buang dengan cara saya kubur,a�? bebernya.

Namun, tak tahu entah kenapa, bayi tersebut bisa ditemukan warga atas nama Inaq Samsul Hadi di pematang sawah miliknya. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup dimana kepala terpisah dengan badannya dengan jarak sekitar dua meter.

a�?Kemungkinan bayi itu ditemukan oleh binantang. Sehingga saat ditemukan kondisinya sudah berhamburan terpisah kepala dengan tubuhnyaa�? tutur Kapolsek Jerowaru Ipda Arif Budiman.

Kapolsek sendiri menuturkan ditemukannya Idah pelaku pembuang bayi ini atas informasi yang diterimanya dari warga. Gelagat Idah dari laporan warga dinilai mencurigakan. Sejumlah bercak-bercak seperti bekas orang melahirkan juga dari informasi yang diterima Kapolsek ditemukan di rumahnya.

a�?Atas laporan tersebutlah pelaku kami interogasi dan dia akhirnya mengaku,a�? jelas Kapolsek.

Atas tindakan yang dilakukan oleh Hajidah ini Kanit PPA Polres Lotim Aipda Nengah Wardika mengaku ia dijerat pasal 77 UU nomor 35 tahun 2014 yentang perlindungan anak. a�?Pelaku terancam kurungan minimal lima tahun penjara,a�? jelasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost