Ekonomi Bisnis Headline

Gapensi Optimistis Ekonomi Lebih Baik

MATARAM – Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Kota Mataram H. Puji Raharjo mendorong seluruh pengusaha konstruksi untuk lebih profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Menurutnya perekonomian NTB pada 2017 akan berkembang pesat sehingga berdampak terhadap berbagai sektor termasuk jasa konstruksi.

Dia menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA belum mempengaruhi sektor jasa konstruksi. Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi berbagai hal terutama jika sewaktu-waktu merambah pada kenaikan harga bahan bangunan.

Optimisme pelaku usaha konstruksi terhadap perekonomian NTB tetap terjaga. Terlebih kondisi perekonomian pada 2016 tidak terlalu terpuruk dan berimbas signifikan terhadap jasa konstruksi. a�?Tentu masing-masing punya strategi untuk menghadapi kondisi perekonomian saat ini. Tapi saya kira kalau kerjanya profesional justru biasa-biasa saja,a�? ujar Puji Raharjo kepada Lombok Post (10/1).

Dikatakan, profesionalisme juga ditopang dengan kemampuan manajemen dan SDM yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan. Pihaknya berharap anggota Gapensi Kota Mataram tidak saja mengandalkan proyek pemerintah. Terlebih, banyak perusahaan baik BUMN maupun swasta yang bepotensi diajak bekerja sama.

Dia yakin pada 2017 sektor jasa konstruksi tidak terpuruk meskipun ada kenaikan harga di awal tahun. Optimisme itu akan dibangun sedemikian rupa sehingga ke depannya perekonomian NTB lebih baik dari sebelumnya.

a�?Sebagai pengusaha konstruksi tentu berharap yang terbaik. Kalau pembangunan di NTB berjalan lancar kan masyarakat akan merasakan dampak positifnya,a�? tandas dia.

Terpisah, Ester seorang distributor semen Tonasa mengatakan,pihaknya A�belum merasakan dampak dari kenaikan harga BBM dan pencabutan subsidi listrik tersebut. Menurut dia, sejauh ini harga semen di pasaran masih stabil dengan harga Rp 60 ribu di tingkat eceran.

Ester mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi bisnis semen salah satunya cuaca. Meski begitu, dia mengakui kondisi bisnis semen periode 2015 hingga 2016 sama. Artinya, produksinya lebih besar dari permintaan semen.

a�?Kalau perkembangan bisnisnya sih hampir sama kondisinya antara 2015 dengan 2016,a�? ungkap Ester.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap kondisi perekonomian NTB pada 2017 semakin baik. Dia menilai kondisi perekonomian NTB lebih baik dengan beberapa provinsi lainnya di Indonesia. Tidak heran jika sejumlah investor berlomba-lomba dapat menjalankan bisnisnya di NTB. (tan/r3)

Related posts

Ribuan Pengungsi Diserang Penyakit

Redaksi LombokPost

Harusnya 300.000 Mubalig, Bukan 200

REI Dorong Pemda Gratiskan BPHTB

Redaksi Lombok post