Lombok Post
Metropolis

Kualitas IKM Perlu Didongkrak

PRODUKSI TENUN: Inaq Las, warga Dusun Ketangga, Desa Sukarara, Lombok Tengah sedang membuat kain tenun khas Lombok. Di desa ini, setiap wanita diwajibkan bisa membuat kain tenun. Untuk membuat kain tenun berukuran 60 sentimeter butuh waktu dua minggu hingga satu bulan. Kini tenun Lombok menjadi salah satu produk unggulan NTB. Sirtu/Lombok Post

MATARAM – Produk Industri Kecil Menengah (IKM) NTB harus benar-benar bebenah jika ingin meningkatkan daya saing. Pertumbuhan ekonomi yang positif dan moncernya sektor pariwisata menjadi peluang bagi produk-produk NTB semakin dikenal. Tapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

Hal ini diakui Kepala Dinas Perindustrian NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih. Sebagai dinas baru, perindustrian memiliki tugas berat untuk mendongkrak industri kecil. Ia mengatakan, pihaknya sudah dilakukan pemetaan produk IKM di NTB. Dari hasil pemetaan itu akan diketahui apa saja produk yang akan menjadi unggulan NTB ke depan dan perlu ditingkatkan. Menurutnya ada beberapa jenis produk yang bisa dikembangkan, diantaranya ukiran cukli, kerajinan ketak, mutiara, termasuk kain tenun khas NTB.

Pihaknya akan melakukan analisa, apa saja yang menjadi kendala. Apakah terkait bahan baku atau sumber daya manusia yang mengelola industri tersebut. Karena salah satu persoalan di NTB, pelaku industri mengirim barang setengah jadi kemudian finishingnya daerah lain. Sehingga branding tidak dimiliki NTB, tapi produk itu diakui sebagai hasil karya daerah tersebut.

a�?Kalau pelaku industri tidak mampu melakukan finishing yang baik, kita akan bantu di situ,a�? katanya.

Menurutnya, ke depan dinas perindustrian akan berupaya dengan program yang ada untuk meningkatkan kualitas IKM di NTB. Jika tahun-tahun sebelumnya adalah waktunya memproduksi dan promosi, maka saat ini adalah waktunya meningkatkan kualitas.

Ia menyebutkan, jumlah IKM di NTB tahun 2014 sebanyak 87.279 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja 262.841 orang. Akan tapi yang punya izin atau tanda daftar industri hanya 12.856 unit usaha. Sementara tahun 2015 sebanyak 87.750 unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 265.068 orang. a�?Banyak yang belum terdaftar karena mereka belum siap,a�? kata Eva.

Dari sisi perizinan saja sudah terlihat bagaimana kondisi IKM, banyak yang belum siap dari banyak sisi. Baik permodalan maupun kesiapan mereka dari segi legalitas. a�?Kami akan membantu apa yang menjadi kekurangan,a�? katanya. (ili/r7)A�

 

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost