Lombok Post
Selong

Petani Cabai Panen Untung

DAPAT BERKAH: Rubianto, salah seorang petani Cabai di wilayah Beremis Selong saat melihat kondisi tanaman cabai di sawahnya kemarin (10/1). TONI/LOMBOK POST.

SELONG – Kenaikan harga cabai rawit menjadi berkah tersendiri bagi petani cabai di Lombok Timur (Lotim). Terlebih di Lotim sendiri harga cabai rawit merah di sejumlah pasar mencapai 90 ribu per kilogram.

a�?Kalau kami jual per kilogram Rp 60-70 ribu lebih. Sekali panen kita bisa dapat uang sampai Rp 9 juta,a�? aku Rubianto, salah seorang petani Cabai di wilayah Beremis Kecamatan Selong.

Dengan luas lahan sekitar 70 are, Rubi sapaan akrab petani ini mengaku dalam sekali panen bisa mendapatkan hasil 100 sampai 125 kilogram. Dimana waktu panen seminggu sekali.

a�?Cabai saya biasanya dijual pedagang yang datang ke sini membeli di Pasar Mandalika Bertais dan Pasar Paok Motong,a�? akunya.

Dengan kondisi seperti ini, Rubi tentu merasa sangat diuntungkan. Karena, kondisi cabai yang mahal tidak selamanya bisa ditemukan para petani. Apalagi, masa panen cabai dikatakan bisa sampai 30 kali.

Di A�Pasar Pancor, para pedagang juga mengaku mendapat untung dengan kenaikan harga cabai ini. Nurjannah salah seorang pedagang mengaku biasa menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 85 sampai 90 ribu per kilogram. Dimana, ia mengambil cabai dari pengepul dengan harga Rp 80 ribu.

a�?Memang kalau harga cabai naik butuh modal besar untuk kita berjualan. Tapi lakunya juga cepat. Makanya lebih baik dia mahal kita cepat dapat untung,a�? bebernya.

Dalam setiap kilogramnya, Nurjannah mengaku mendapat keuntungan Rp 5 ribu bahkan lebih. Situasi cabai yang langka membuat masyarakat berduyun-duyun memborong capai di pasar.

Meski sejumlah petani di Lotim mengaku saat ini diuntungkan dengan harga cabai rawit yang melambung, namun ada juga kabar bahwa tidak semua petani menikmatinya. Itu A�diungkapkan oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wilayah Lotim, H Maidy.

a�?Saya dapat laporan dari sejumlah petani bahwa cabai mereka dibayar oleh pengepul hanya Rp 25 sampai 30 ribu per kilo. Makanya mereka heran kenapa bisa dijual hingga Rp 90 ribu,a�? terang pria yang juga anggota komisi IV DPRD Lotim ini kepada wartawan.

Ia khawatir, degan situasi ini para tengkulak memanfaatkan petani yang belum mengetahui kondisi pasar saat ini. Sehingga, yang merasakan keuntungan dari kelangkaan cabai hanya para pengepul atau pedagang. Sebaliknya, petani yang harusnya bisa merasakan keuntungan hanya menjadi penonton.

a�?Untuk itu, minggu ini rencananya kami akan bertemu dengan sejumlah pihak terkait dengan kenaikan harga cabai rawit ini. Jangan sampai petani yang harusnya mendapatkan keuntungan malah tidak bisa menikmati,a�? tandasnya. (ton/r2).

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost