Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Serap 1,95 Juta Nasabah Baru

Ilustrasi

JAKARTA a�� Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi agen Layanan Keuangan tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) tahun ini mencapai 200 ribu agen. Hingga Desember 2016, jumlah agen Laku Pandai tercatat 160.489 agen. Mereka terdiri atas agen individu dan institusi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono menyatakan, jumlah agen terutama akan bertambah di Pulau Jawa. a��a��Kami sedang jajaki bagaimana Laku Pandai bersinergi dengan layanan keuangan digital (LKD) yang digagas Bank Indonesia,a��a�� katanya kemarin (11/1). Perempuan yang kerap disapa Tituk itu berharap penambahan agen bisa membantu akses keuangan masyarakat. Terutama di daerah-daerah yang kurang bisa dijangkau kantor cabang perbankan.

Tahun lalu agen Laku Pandai mampu menyerap dana pihak ketiga (DPK) Rp 93,79 miliar dari 1,95 juta nasabah baru. Menurut dia, bank yang ingin berpartisipasi untuk menerbitkan agen Laku Pandai cukup banyak. Namun, agen kini masih didominasi bank-bank umum kelompok usaha (BUKU) IV.

Salah satu peserta agen Laku Pandai adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Bank Jatim baru meluncurkan agen Laku Pandai pada November 2016. Dengan target DPK naik 8 persen tahun ini, Bank Jatim kini mengincar anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi agen. Di Jatim sendiri terdapat 4,4 juta orang yang menjadi anggota Muslimat NU.

Direktur Agrobisnis & Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto mengatakan, uang iuran anggota Muslimat NU kini bisa dibayarkan melalui Bank Jatim konvensional dan syariah. a��a��Uang itu nanti dikelola dalam bentuk tabungan. Potensinya besar, hampir Rp 120 miliar dari 4,4 juta anggota itu,a��a�� jelasnya.

Tony akan terus melakukan sosialisasi kepada anggota Muslimat NU, baik untuk membuka tabungan maupun menjadi agen Laku Pandai. Sejauh ini, kata Tony, minat masyarakat cukup tinggi. Target DPK pun diyakini bisa terpenuhi dari nasabah agen Laku Pandai.

Tahun lalu DPK Bank Jatim tumbuh 12,61 persen secara year on year (yoy), yaitu Rp 14,36 triliun. Porsi dana murah naik menjadi 78,21 persen terhadap total DPK. Sebelumnya, selama 14 tahun porsi dana murah di Bank Jatim baru sekitar 65 persen terhadap total DPK. (rin/c15/sof/JPG/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post