Lombok Post
Headline Metropolis

Mari Kita Tunggu Kabar Baiknya!

PAKAI BPJS: Seorang ibu menebus resep obat dari dokter di loket penyerahan resep Rumah Sakit Kota Mataram, Rabu (11/1). Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Hubungan BPJS Kesehatan dan lima RS Swasta di Mataram yang kadung bercerai disayangkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Dia meminta dua belah pihak segera berkomunikasi, mencari titik tengah penyelesaian pangkal masalah.

“Harus segera ada penyelesaian,a�? kata Ahyar melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Mataram HL Martawang, kemarin.

Paska pertemuan di DPRD Kota Mataram yang masih berujung buntu, BPJS Kesehatan sudah dipannggil langsung ke Pendopo. Di sana, Ahyar meminta penjelasan komperhensif mengenai situasi di Mataram. Mulai dari dampak penghentian kerja sama, penumpukan pasien dari sejumlah rumah sakit, hingga ragam keluhan masyarakat turut disampaikannya.

“Intinya pemkot mau ada pembenahan,a�? sambung Martawang.

BPJS Kesehatan juga dipesankan agar terus meningkatkan standar pelayanan, sehingga nada-nada sumbang kesusahan pasien saat memerlukan pertolongan tak lagi terdengar.

Khusus mengenai rencana islah BPJS Kesehatan dan lima RS Swasta di Mataram, ia berharap dalam dua tiga hari ke depan sudah ada berita baik untuk warga Mataram dan NTB yang berobat di kota ini.A� a�?Kita beri mereka kesempatan berdiskusi, semoga ada titik temu,a�? ujarnya.

Sembari menanti kesepakatan tersebut, wali kota lanjutnya meminta RSUD Kota Mataram menjaga ritme pelayanan. Kendati pasien kini membludak di RS tersebut, menurutnya tak ada alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan masyarakat. a�?Tetap harus maksimal, selurut tenaga di sana tetap harus bekerja keras,a�? pesannya.

Sementara Direktur RSUD Kota Mataram Dr HL Herman Mahaputra yang menjamin tetap memberikan yang terbaik. Kendati terjadi peningkatan pasien, sejumlah langkah strategis semisal menambah tempat tidur sudah dilakukan.

Seluruh personil bidang pelayanan juga diminta tetap memberikan yang terbaik. a�?Sebagai RS plat merah, kami harus terus amankan aturan ini,a�? jawabnya lugas.

Lombok Post yang coba mengunjungi langsung RSUD Kota Mataram dua hari terakhir mendapati sejumlah suara dari masyarakat. Beberapa pasien mengatakan penumpukan yang terjadi belakangan mulai mengganggu kenyamanan.

“Memang tetap dilayani dengan baik, tapi kan jadi makin sumpek,a�? kata Rizwan, salah seorang keluarga pengantar pasien rawat jalan.

Jika kesepakatan tak kunjung terjadi, standar RSUD Kota Mataram yang sebenarnya sudah baik dikhawatirkan akan turun seiring peningkatan jumlah pasien yang harus dilayani. a�?Semoga kerja sama RS swasta bisa berlangsung lagi, supaya pasien tak menumpuk di sini saja,a�? harapnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost