Lombok Post
Metropolis

Tiga Kendaraan Rusak Berat

BERI PENGAAHAN: Plt Kadis Pemadam Kebakaran M Saleh saat memberi pengarahan pada seluruh pasukan pemadam kebakaran Mataram. Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram tak boleh sekadar menjadi pasukan yang turun saat api berkobar. Keberhasilan pemadam, bukan dinilai dari berapa jumlah kasus yang ditangai saja.

“Justru kalau tak ada kasus kebakaran, bau pemadam itu dianggap berhasil,a�? kata Plt Kadis Pemadam Kebakaran Kota Mataram M Saleh, kemarin (11/1).

Pesan itu disampaikan secara khusus di hadapan tiga pleton pasukan pemadamnya. Saleh yang kini menduduki posisi Staf Ahli Pemkot Mataram mengatakan, untuk mencegah kebakaran terjadi, pasukan pemadam harus lebih giat turun.

Sosialisasi, pengarahan, dan pemberian pemahaman pada masyarakat menjadi kunci yang wajib dilakukan. “Intinya pemberdayaan masyarakat,a�? ujarnya.

Secara teori, pemadam diberikan tenggat 15 menit untuk sampai di lokasi kebakaran. Jika masyarakat bisa berpartisipasi dalam 15 menit awal, tentu proses penanggulang kebakaran menjadi lebih maksimal.

Disamping itu, dengan peningkatan pemahaman pada masyarakat, langkah-langkah pencegahan kebakaran bisa dilakukan. Masyarakat yang mengetahui potensi bahaya, tentu bertindak lebih waspada dan ekstra hati-hati.

“Saya lihat anak-anak TK mulai rutin berkunjung ke sana, lebih baik lagi kalau lingkungan bisa didatangi untuk diberikan penyuluhan juga,a�? sambungnya.

Ditanya mengenai kondisi sarana dan prasarana, Saleh mengaku dinas yang dipimpinya ini masih “sakit”. Sebab, dari sembilan unit kendaraan taktis yang dimiliki, hanya enam yang bisa beroperasi. Tiga dalam keadaan tak bisa dijalankan karena faktor usia.

Dari pemaparan yang didapatnya, untuk pengadaan satu unit mobil pemadam baru, diperlukan sedikitnya Rp 1,8 miliar. a�?Nominal yang tak sedikit, makanya agak sulit kalau mau penambahan banyak,a�? ujarnya.

Namun ada satu opsi yang bisa dicoba, yakni perbaikan menyeluruh pada tiga kendaraan yang mengalami rusak berat tersebut. Setelah dikalkulasi, untuk tiga mobil yang kini tak bisa jalan itu, dibutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar agar bisa kembali beroperasi.

“Opsi kedua sepertinya lebih menguntungkan, pebaikan menyeluruh tiga mobil dengan budget yang juga lebih rendah ketimbang satu mobil baru,a�? ujarnya.

Kini tergantung Pemeritnah Kota Mataram untuk memilih opsi yang ada, demi memaksimalkan keberadaan pemadam. a�?Kami akan sampaikan pada pak wali kondisinya, semua tergantung beliau,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

 

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost