Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Toko Vaporizer Bermunculan

BARU BEROPERASI : Toko JeeVaz Vape & Cafe menyediakan beragam perlengkapan Vaporizer. Tampak Dewan, penjaga toko JeeVaz dan rekannya menikmati Vaporizer kemarin (13/1). Edy Gustan/Lombok Post

MATARAM – Pecinta rokok elektrik akhir-akhir ini semakin menjamur di Kota Mataram. Peminatnya lebih banyak anak muda. Mereka membentuk komunitas-komunitas vaporizer. Mereka berkumpul untuk menikmati sensasi rokok elektrik itu.

Vaporizer ini dapat ditemukan dengan mudah di Kota Mataram. Bahkan, sudah ada yang membuka bisnis penjualan vaporizer berikut aksesorisnya. JeeVaz Vape & Cafe merupakan salah satu toko penjual vaporizer di Mataram.

Beragam perlengkapan vaporizer tersedia di toko yang berada di Jalan Sriwijaya komplek pertokoan Town Palace Nomor 14 itu. Ada e-cigarete, atomizer tank, RBA, RDA, mechanical mod, kawat, kapas, nikrom AW 24, nikrom AWG 26, Clipton, dan lainnya .

Toko ini juga menyediakan e-Liquid beragam rasa baik original, strawbery, guava, black, coklat, dan lainnya. e-Liquid ini juga punya banyak macam dari Indonesia e-Liquid hingga USA e-Liquid. Tentu harganya berbeda antara produk dalam negeri dengan produk import.

“Kalau e-Liquid dalam negeri harganya berkisar Rp 75 ribu. Sementara untuk produk luar seharga Rp 230 ribu,” ujar Dewan, karyawan toko JeeVaz kepada Lombok Post kemarin (13/1).

Beragam peralatan yang dijual di toko ini laku keras. Terlebih penggemar vaporizer ini kian banyak. Tidak jarang penggemar vaporizer membeli aksesorisnya saja baik batrai, kawat, atau kapas. Tapi, ada juga yang membeli satu set lengkap dengan harga yang bervariasi.

Dewan mengatakan untuk dapat menggunakan vaporizer setidaknya merogoh kocek hingga Rp 800 ribuan. Meski begitu, menurutnya masing-masing penggemar vaporizer memiliki gaya berbeda.

“Ada juga yang membeli mods seharga Rp 2 juta hingga Rp 50 jutaan,” papar dia.

Toko vaporizer itu juga menyediakan tempat untuk menikmati vape. Rata-rata penggemar vaporizer ini di atas 18 tahun. Sebagai penyedia tempat ngevape, Dewan selalu teliti. Pihaknya tidak mengizinkan anak di bawah umur untuk bergabung. Tentunya dengan penjelasan yang tidak menyinggung.

Menurutnya vaporizer itu harus melalui perawatan. Itu dilakukan untuk menjaga agar alat tidak cepat rusak. Alat tersebut perlu dijaga kebersihannya. Juga rutin memeriksa baterainya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (tan/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post