Lombok Post
Praya

Warga Pujut Diminta Jangan Demo

Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin . Dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Warga desa yang merasa mengajukan pemekaran desa, di wilayah Pujut Lombok Tengah (Loteng), diminta untuk bersabar menunggu keputusan pemekaran. Karena urusan tapal batas desa dan pembagian aset desa harus rampung terlebih dahulu.

a�?Kebutulan di Kecamatan Pujut, ada satu desa yang dimekarkan. Namanya, Desa Kerama Jati,a�? kata Plt Camat Pujut HL Muhammad Amin, kemarin (13/1).

Dengan begitu, kata Amin total desa di wilayah Pujut bertambah menjadi 17 desa, dari sebelumnya 16 desa yang ada. Proses pemekaran desa itu sendiri, masih menunggu nomor induk desa yang diterbitkan provinsi. Kendati demikian, Pemkab sudah menyusun pembentukan desa persiapan.

Begitu syaratnya lengkap, lanjut Amin barulah ditetapkan sebagai desa definitif. a�?Setelah dilakukan pelantikan kepala desa (kades) sementara, mohon bersabar, jangan ada demo,a�? kata Asisten I Setda Loteng tersebut.

A�Yang terpenting, terangnya surat edaran (SE) Kemendagri Nomor 140/418/PMD sudah dicabut, keputusan Bupati Nomor 525 tahun 2011 dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 pun diberlakukan. Namun, pesan Amin hajat utama pemekaran desa harus dijalankan secara benar. Khususnya menyangkut urusan kesejahteraan masyarakat, pemerataan dan percepatan pembangunan desa.

A�a�?Terhadap desa-desa lain, kami pun siap memfasilitasi pembahasan RAPBDes dan RPJMDes,a�? katanya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Pembangunan Huntara Menunjukan Kemajuan

Redaksi LombokPost

PKS Akan Usung Calon Sendiri

Redaksi LombokPost

Usut “Beking” Tambang Prabu

Redaksi LombokPost

Rekan Korban dan Sekuriti RSUD Akan Diperiksa

Redaksi LombokPost

Banyak PNS Cerai Gara-gara Selingkuh

Redaksi LombokPost

Islam Itu Rahmatan lil Alamin

Redaksi LombokPost

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost