Lombok Post
Selong

Ali BD : Mutasi Bukan untuk Balas Jasa

DAPAT AMANAH: Sejumlah pejabat OPD baru saat dilantik dan dikukuhkan Sabtu (14/1) lalu di Ballroom Kantor Bupati Lotim. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Sebanyak 817 pejabat eselon III dan IV telah dilantik dan dikukuhkan untuk mengisi sejumlah posisi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang telah dibentuk. Pelantikan dan pengukuhan ini dihadiri oleh Bupati Lotim Ali BD didampingi Wakil Bupati H Haerul Warisin dan Sekda Lotim H Rohman Farly.

Dalam pelantikan kali ini terjadi sejumlah mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan Bupati. Namun demikian Bupati membantah adanya tudingan bahwa penempatan jabatan pada OPD baru ini didasarkan pada kepentingan politik ‘balas jasa’ bagi para pejabat dekat dalam lingkar kekuasaanya.

“Justru saya nggak tahu hal yang seperti itu. Lucu itu kalau saya dianggap balas jasa,” kelitnya usai melantik dan mngukuhkan para pejabat OPD baru.

Adanya promosi dan mutasi pejabat baru menurutnya hanya untuk menyesuaikan dengan peraturan pemerintah tentang OPD baru. Karena ada SKPD baru yang terbentuk, hilang dan digabung. Untuk itu, keberadaan SKPD baru ini harus diisi oleh pejabat yang disesuaikan dengan kompetensinya.

“Saya kurang kenal para pejabat ini ya, karena jumlah mereka itu banyak dan ribuan. Kecuali pak wakil bupati dan pak Sekda yang betul mengenal mereka. Jadi tidak ada balas jasa kalau di saya itu,” ucapnya.

A�Dalam sambutannya, Ali BD juga menegaskan bahwa tidak boleh ada pejabat yang meminta-minta jabatan. Karena jabatan dikatakannya merupakan amanah dan tanggung jawab yang diberikan pimpinan.

“Bekerjalah dengan baik lurus, tegak dan penuh tanggungjawab dimanapun anda ditugaskan,” pinta Ali BD pada seluruh pejabat.

A�Sebelumnya adanya tudingan adanya a�?balas jasaa�? yang dilakukan Bupati diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Lotim H Daeng Paelori. Meski persentasenya kecil, namun politisi Golkar tersebut menilai hal itu masih terjadi.

“Itu merupakan hal yang lazim dilakukan oleh pejabat kepala daerah. Namun kebijakan seperti itu (balas jasa, Red) akan menghambat pembangunan daerah. Dan saya melihat itu masih dilakukan di Lotim,” bebernya.

Kabag Humas Setda Lotim, Ahmad Subhan menjelaskan pengukuhan dan pelantikan berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 03/821.3/KPSDM tanggal 13 Januari 2017. Dimana pejabat struktural yang dilantik sebanyak 817 orang dengan rincian lima orang pejabat eselon III A, 128 pejabat eselon III B dan 684 pejabat eselon IV.

“Sebagian besar adalah pejabat yang dikukuhkan. Namun ada sebagiannya dilantik dalam jabatan yang baru karena mendapat promosi atau mutasi,” terang Subhan.

Ini juga didasarkan karena diterapkannya PP nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai pengganti PP nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Sebagai akibat pemberlakuan PP nomor 18 tahun 2016, maka seluruh Pemda harus melakukan pemetaan kelembagaan di masing-masing daerahnya. Selanjutnya menetapkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru dan diikuti dengan pengisian jabatan. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost