Lombok Post
Headline Sumbawa

Izin IPAL AMNT Berakhir Hari Ini

Kepala Seksi (Kasi) Pengkajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup KSB Trisman. DOK/RADAR SUMBAWA

TALIWANGa��Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan izin pembuangan air limbah instalasi pengolahan air limbah domestik (IPAL-D) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) berakhir hari ini, Senin (16/1). IPAL-D sendiri merupakan salah satu kewajiban yang harus dipatuhi AMNT selaku perusahaan yang mengelola tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang. Setiap lima tahun, izin tersebut harus diperbaharui dan diperpanjang.

a�?a��Sesuai aturan, memang izin IPAL D AMNT berakhir. Mereka seharusnya segera mengurus untuk mendapatkan perpanjangan izin,a��a�� kata Kepala Seksi (Kasi) Pengkajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup KSB Trisman pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group),Sabtu (14/1).

Trisman mengatakan, terdapat empat izin IPAL-D yang menjadi kewajiban AMNT untuk segera diperpanjang ke Pemda KSB. Tiga diantarana dipastikan akan berakhir pada 16 Januari 2017.

a�?a��Untuk IPAL-D yang ada di Town Site, Benete dan Trakindo resmi berakhir. Sementara yang ada di MMA, itu masih akan berlaku sampai 3 Februari 2017 mendatang,a��a�� ujarnya.

Pengurusan izin IPAL-D sendiri sesuai aturan merupakan kewenangan Pemda KSB melalui Dinas Lingkungan Hidup. Karenanya, dia meminta agar AMNT segera menyelesaikan izin tersebut.

A�a�?a��Kalau tidak segera dituntaskan, kami akan mengambil sikap tegas. Saat ini sedang kami siapkan konsepnya. Karena yang akan mengambil keputusan itu adalah kepala daerah,a��a�� katanya.

Penerbitan izin IPAL-D dilakukan melalui surat keputusan (SK) bupati. Seperti yang sudah dilakukan selama ini, selama lima tahun terakhir, IPAL-D milik AMNT ini dikeluarkan dan ditandatangani bupati langsung.

a�?a��IPAL-D yang ada di Town Site itu diatur melalui SK Bupati Nomor 22 Tahun 2012. Demikian halnya dengan IPAL yang ada di Benete dan Trakindo juga dikeluarkan pada tahun yang sama. Hanya nomor saja yang berbeda dan masa berlakunya juga sama-sama habis,a��a�� katanya.

Trisman mengaku sejauh ini AMNT selaku pihak yang memiliki kewajiban menyelesaikan proses perizinan tersebut belum memberikan respons apapun. Dengan demikian, Pemda KSB tentu saja akan mengambil sikap tegas.

a�?a��Bahkan kalau tidak mau diurus juga izinnya, aktivitas itu bisa kita hentikan sepenuhnya,a��a��ujarnya.

DPRD Sumbawa Barat juga telah mengingatkan AMNT tentang hal tersebut. Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Barat Amiruddin Embeng mengatakan, IPAL-D merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan AMNT. Karenanya, Komisi III meminta agar Pemda KSB tegas terkait hal ini.

a�?a��Pemerintah harus tegas, karena ini menyangkut masalah limbah. Tentunya akan membawa dampak terhadap lingkungan,a��a�� katanya.

Politisi PPP ini menegaskan, seharusnya AMNT selaku pihak yang berkewajiban tentang hal ini segera menyelesaikan masalah tersebut. Namun yang terjadi di lapangan, AMNT sepertinya terkesan mengabaikan semua aturan yang ada.

a�?a��IPAL-D itu jelas diatura dalam UU maupun peraturan pemerintah dan peraturan menteri. Kalau ini diabaikan dan tidak ditindaklanjuti AMNT, artinya ada unsur kesegajaan,a��a�� katanya. (far/r4)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost