Lombok Post
Selong

Jerowaru Masih Kekurangan Air Bersih

, Camat Jerowaru Ahmad Zulkifli. IST/LOMBOK POST

SELONGA�– Musim hujan yang telah berlangsung ternyata belum bisa membuat sejumlah desa di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) A�lepas dari persoalan kekurangan air bersih. Camat Jerowaru, Ahmad Zulkifli menjelaskan sebanyak 12 desa di wilayahnya saat ini masih kekurangan air bersih.

a�?Kalau musim hujan airnya kotor, kalau musim kemarau air sumurnya kering. Ini yang menjadi persoalan kami di 12 Desa,a�? kata Zulkifli kepada Lombok Post.

Dijelaskannya, biasanya warga desanya membutuhkan bantuan air bersih ketika Bulan Juli hingga Desember. Namun, tahun ini masyarakat di 61 dusun masih membutuhkan bantuan air bersih.

a�?Desa ini rata-rata tidak memiliki mata air. Makanya sampai sekarang masih mengandalkan sumber air di Lingkoq Tutuq. Warga membeli air bersih di sana menggunakan mobil tangki air,a�? tuturnya.

Harga satu tangki air mulai dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Tergantung jarak tempat tinggal warga dengan lokasi sumber air Lingkoq Tutuq. Biasanya, warga akan membeli air ini dengan cara berkelompok. Mereka kemudian akan membaginya per liter sesuai dengan uang yang dibayarkan.

12 Desa yang mengalami krisis air bersih ini menurut Ahamd Zulkifli disebabkan lokasi mereka yang dekat dengan laut. Pemerintah pernah mengupayakan sumur bor. Sayang, hal tersebut juga tak bisa dilaksanakan.

A�a�?Karena kalau sumur bornya terlalu dalam airnya itu asin, kalau terlalu dangkal, tidak bisa keluar air. Jadi seperti ini kondisinya,a�? tutur Camat Jerowaru.

Salah satu desa yang mengalami kesulitan air bersih ini saat ini yakni Desa Seriwe. Kepala Desa Seriwe Abdul Hamid mengaku hampir sepanjang tahun mengalami krisis air bersih. a�?Ya sampai sekarang ini kami masih beli air bersih. Soalnya air sumur masih payau, hanya bisa digunakan untuk mandi saja. Tidak bisa untuk kebutuhan makan dan minum,a�? ungkap Kades.

Desa ini sebenarnya telah mendapat bantuan alat penyulingan air dari pemerintah Jepang Bekerjasama dengan Universitas Mataram. Sayang, saat ini alat penyulingan ini masih belum bisa bekerja maksimal karena rusak. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost

Pekan Depan Pembangunan Taman Rinjani Mulai Dilelang

Redaksi LombokPost

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya (2)

Redaksi LombokPost

Jalan Rusak Picu Lakalantas

FPR Minta Amaq Har Dibebaskan

Tolong, Mata Kiri Nadir Diserang Tumor