Lombok Post
Headline Politika

Dicecar Warga Soal Visi Misi Hingga Langkah Membangun NTB

MERAKYAT: Salah satu bacagub NTB 2018 Dr Zulkieflimansyah (duduk paling tengah) menghadiri salah satu undangan masyarakat di lingkungan Banjar Dasan Agung Baru, Kota Mataram, Minggu (15/1) malam. Dewi/Lombok Post

Bakal calon gubernur (bacagub) yang akan ikut berkompetisi di Pilgub NTB 2018 mulai memperlihatkan taring. Meski pelaksanaan Pilgub NTB masih lama, namun persiapannya sudah dimulai. Salah satunya dengan blusukan ke masyarakat.

***

TIDAK hanya gencar memasang baliho dan membagi-bagikan kalender, bacagub kian intens turun ke masyarakat. Mereka menghadiri sejumlah undangan, walau hanya untuk sekadar bertatap muka. Hal ini, salah satunya dilakukan Dr Zulkieflimansyah, politisi PKS sekaligus anggota DPR RI.

Pria yang akrab disapa Bang Zul itu pun mulai blusukan ke masyarakat.

Dimulai dengan menghadiri undangan warga yang berada di zona AMAN (Ahyar-Mohan). Lantaran masyarakat sudah mulai mengenal wajah-wajah bacagub yang akan menggantikan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi nanti.

Dalam pertemuan sangat sederhana itu, Bang Zul tidak hanya berbincang dengan warga di lingkungan Banjar Dasan Agung Baru, Kota Mataram. Warga turut serta berdialog menanyakan langsung apa visi misi Bang Zul. Apa yang akan diperbuat Bang Zul kepada NTB. Bagaimana Bang Zul meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTB, khususnya mereka yang kelas menengah ke bawah. Selain itu bagaimana Bang Zul memberikan solusi terhadap kenaikan bahan pokok yang kian meroket.

Perwakilan tokoh masyarakat Edi Ahyar Purnama menuturkan, sosok dengan wajah baru, cerdas dan muda, serta inovatif diharapkan bisa menjadi Gubernur NTB ke depan. Diharapkan di ujung Pilgub NTB, suara dan komitmen warga di lingkungan itu tidak berubah.

a�?Kami inginkan calon pemimpin yang baik, tidak hanya duduk di belakang meja,a�? katanya pada Lombok Post, Minggu (15/1) malam. a�?Kami harapkan beliau (Bang Zul, Red) bisa jadi Gubernur yang pimpin NTB ke depan,a�? tambah Edy.

Dikatakan, masyarakat khususnya lingkungan Banjar memiliki warga dikalangan menegah ke bawah. Mereka saat ini mengharapkan pendidikan gratis benar-benar terwujud. Serta standar beras miskin (raskin) dari pemerintah mengalami perubahan lebih baik.

a�?Semoga ini ada solusi dan benar-benar didengar,a�? ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bang Zul pun menjelaskan, dirinya kepada masyarakat yang seorang anggota DPR RI dari dapil Banten. Namun ia asli putera NTB. Menjadi calon gubernur, bukan hal baru bagi Bang Zul. Ia pernah mencalonkan diri ikut di Pilgub Banten beberapa waktu lalu.

Berpolitik, kata dia, sudah lama digeluti. Namun, baru akhir-akhir ini ia mulai turun dan datang ke Lombok. Diakui, sebagian besar masyarakat pasti beranggapan siapa dirinya, sebagai orang baru tiba-tiba datang ke Lombok. a�?Kehadiran saya tak sedikit menimbulkan spekulasi, ketika ada maunya baru datang,a�? ujarnya.

Diakui, sebelumnya ia memang tidak berniat ikut di Pilgub NTB 2018. Selain itu ia masih menjadi anggota DPR RI dari dapil Banten. Hingga sekarang masih mengunjungi konstituennya di Banten.

Niat maju di Pilgub karena perkataan sahabatnya TGB HM Zainul Majdi, Gubernur NTB saat ini. Kata dia, TGB meminta dirinya untuk cukup membangun daerah lain (Banten, Red). Sudah waktunya, ia kembali ke daerah membangun NTB. a�?Itu yang dikatakan TGB kepada saya,a�? ucap pria kelahiran tahun 1972 tersebut.

Kepada masyarakat Bang Zul menuturkan, tak hanya ia yang berniat maju di Pilgub NTB. Ada pula Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Bupati Loteng Suhaili FT, Bupati Lotim Ali BD, Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, hingga Irdam IX/Udayan Kol CZI Lalu Rudy Irham Srigede.

Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak salah pilih memilih pemimpin. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dengan kebijakannya.

a�?Bukan berarti saya lebih baik atau si dia lebih baik, demokrasi ini harus disikapi serius dengan santai. Kita diberikan kesempatan untuk memilih, maka pertimbangkan kesempatan itu,a�? paparnya.

Menanggapi persoalan kenaikan harga bahan pokok, dikatakan selama masyarakat punya uang, tidak masalah harga naik. Artinya, masyarakat memiliki daya beli atau tidak. Salah satu meningkatkan daya beli masyarakat adalah suplai barang harus diatur dengan baik. Agar kesejahteraan ekonomi terwujud.

Ia mengibaratkan, kesejahteraan ekonomi seperti kendaraan. Salah satu faktor meningkatkan kesejahteraan adalah sektor bisnis yang menghidupkan dunia usaha. Menghidupkan dunia usaha dibutuhkan pula peran pemerintah. Peran pemerintah adalah memegang setir dari kendaraan tersebut. Jika kendali setir dipegang secara ugal-ugalan, kendaraan bisa oleng. Parahnya, bisa membawa rakyat ke jurang kematian. a�?NTB punya mesin kendaraan cukup bagus, karena itu kita butuh sopir yang tidak ugal-ugalan,a�? tutupnya. (lestari dewi/*)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost