Lombok Post
Tanjung

Masih Semrawut, Syahbandar Akan Turun Tangan

BELUM MAKSIMAL: Sejumlah wisatawan tampak turun dari publik boat di Pelabuhan Bangsal, beberapa waktu lalu. Wisatawan yang menggunakan jasa penyeberangan melalui pelabuhan Bangsal dalam lima bulan terakhir cukup banyak. Namun dinas terkait belum maksimal dalam menarik retribusi dari penumpang publik boat ini. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG – Meskipun sudah ditata Pemkab Lombok Utara, kondisi pelabuhan Bangsal dinilai masih perlu pembenahan. Karena masih saja ada yang menyebabkan wisatawan tidak nyaman. Seperti percaloan serta proses bongkar muat barang dengan penumpang yang masih belum terpisah.

Untuk itu, Syabandar Pemenang berencana melakukan penataan ulang terhadap sarana dan sistem yang ada di pelabuhan tersebut.

a�?Kita sudah usulkan ke pusat untuk penataan pada terminal penyeberangan di Bangsal,a�? ujar Kepala Syahbandar Lombok Utara Madhi.

Ditambahkan, penataan ulang diharapkan bisa menciptakan kondisi yang rapi. Nantinya calon penumpang akan menaiki kapal penyeberangan dengan konsep satu pintu.

Penjualan tiket pun tidak boleh dilakukan pihak yang tidak memiliki kewenangan. Bamun calon penumpang hanya boleh membeli tiket dari lembaga yang sudah diberikan kewenangan pengelolaan seperti koperasi Karya Bahari yang ada saat ini.

Secara teknis Madhi menjelaskan, pihaknya akan melengkapi pelabuhan Bangsal dengan pagar pembatas di pesisir pantai. Agar calon penumpang bisa masuk teratur melalui terminal penyeberangan di kantor penjualan tiket.

Terkait keberadaan buruh angkut, pihaknya tetap akan memperbolehkan aktivitas buruh bongkar muat. Buruh ini nantinya akan mangkal di dalam kawasan pelabuhan penyeberangan. Sehingga barang penumpang yang sudah membeli tiket di lokasi kantor penyeberangan bisa diangkut buruh untuk dinaikan ke kapal penyeberangan.

Lebih lanjut, Madhi mengungkapkan untuk lokasi pemberangkatan kapal ke tiga gili, kedepannya akan berada di satu lokasi. Supaya mudah dijangkau penumpang. Tidak seperti saat ini terpisah antara Gili Meno dan Trawangan dengan Gili Air. a�?Rencana ini direspons pusat. 2018 akan kita lakukan,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost