Lombok Post
Kriminal

Ini Modus Oknum Jaksa Mainkan Perkara

Kepala Kejati NTB Tedjolekmono. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Permainan perkara di Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) se-NTB diduga masih terjadi. Oknum A�jaksa kerap memanfaatkan situasi terhadap seseorang yang berperkara, untuk mengambil keuntungan pribadi.

Dugaan tersebut bahkan telah terendus Kepala Kejati NTB Tedjolekmono. Kata dia, perkara pidana umum maupun pidana korupsi, sangat rawan terjadinya peluang permainan dari oknum jaksa.

a�?Saya tidak memungkiri ada oknum yang bisa memanfaatkan situasi tersebut,a�? kata Tedjolekmono, kemarin (16/1).

Untuk perkara tindak pidana korupsi, potensi permainan oknum jaksa bisa terjadi pada proses penyelidikan ke tahap penyidikan. Kata Tedjo, misalnya di suatu perkara tipikor di tingkat penyelidikan telah cukup bukti, namun tidak dinaikkan jaksa ke penyidikan.

a�?Meskipun tidak semua dari penyelidikan tidak naik ke penyidikan itu seperti itu, namun bisa saja dimanfaatkan oknum jaksa,a�? ujarnya.

Oknum jaksa yang memanfaatkan hal tersebut, kata Tedjo, biasanya berasal dari luar tim jaksa dalam perkara tersebut. Sebab, untuk jaksa yang mengerjakan perkara, akan mendapat kontrol ketat dari dia.

a�?Yang rawan di luar tim itu. Itu mengapa kami kadang pelit informasi, agar tidak dimanfaatkan oknum yang ada di luar tim,a�? kata dia.

Dengan kondisi tersebut, Tedjo meminta bagi yang berperkara, untuk tidak langsung mempercayai oknum jaksa yang menawarkan sesuatu terkait perkaranya. Jika ada oknum jaksa yang melakukan itu, dia meminta masyarakat untuk langsung mengkonfirmasi kepada Kejati.

a�?Cek dulu, jangan sungkan untuk tanya ke saya. Itu akan lebih gampang kami mengontrolnya,a�? sarannya.

Selain meminta bantuan masyarakat untuk pengecekan langsung, Tedjo juga mengaku telah membentuk tim pengawasan internal. Tim ini bertugas melakukan pengawasan di internal kejaksaan. Mengawasi perilaku jaksa, yang berkaitan dengan sektor pelayanan publik dan penanganan perkara.

a�?Jadi tim saber pungli ini yang akan mengawasi internal kami,a�? katanya.

Nantinya, tim akan mengawasi seluruh titik kerawanan yang berpotensi terjadi pelanggaran. Selain di tipikor, sektor penanganan perkara di pidana umum juga rawan terjadi permainan. Misalnya pada rencana tuntutan (Rentut).

Modus yang diduga terjadi pada rentut, kata Tedjo, biasanya berkaitan dengan hukuman yang akan diberikan. a�?Misalnya jaksa menangani perkara tertentu, kemudian ada yang minta tolong dimainkan hukumannya menjadi lebih ringan dari ketentuan yang diatur. Disitu juga rawan,a�? jelasnya.

Terlepas dari itu, Tedjo optimis bisa menekan peluang terjadinya penyimpangan yang dilakukan oknum jaksa, melalui tim saber pungli. Pihaknya juga akan segera melakukan sosialisasi terbentuknya tim saber pungli internal kejaksaan, kepada Kejari se-NTB.

a�?Sekarang sudah ada tim saber pungli internal, jadi kalau di luar SOP penanganan perkara, akan langsung kita tindak,a�? tegasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost