Lombok Post
Giri Menang

Pilwabup Disandera Partai Pengusung

SILATURRAHMI: Salah satu calon Pilwabup Lobar, Naufar F Farinduan (dua dari kiri) bersama sejumlah simpatisannya, belum lama ini. Ketidakjelasan Pilwabup hingga sekarang, membuat Farin kini lebih fokus pada Pilbup 2018. FARIDA/LOMBOK POST

GIRI MENANG – Apa kabar pemilihan wakil bupati (pilwabup) Lombok Barat? Rekomendasi dua nama calon dari partai pengusung yang ditunggu-tunggu tak kunjung tuntas.

Kondisi ini terus-menerus terjadi hingga sekarang. Seperti terkesan ada permainan dibalik a�?layara�?. Sejak Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid resmi dilantik menggantikan bupati non aktif Zaini Arony, April 2016 lalu. Entah Pilwabup Lobar seperti bola liar.

Terus menggelinding seperti A�tak punya arah dan tujuan. Lima partai pengusung yang memiliki wewenang penuh, diketahui hingga saat ini belum juga a�?sepakata�? mengajukan dua nama calon.

Terkesan a�?disanderaa�? oleh partai pengusung, Bupati Fauzan terancam menjomblo hingga habis masa periode kepemimpinan 2018 mendatang.

Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulham Muchlis Ibrahim pun merasakan hal itu. Politisi Partai PKB ini menilai, dibalik proses Pilwabup Lobar yang terus menggantung sampai sekarang, ada tarik-menarik kepentingan. “Justru yang menyandera partai pengusung,a�? tegasnya, kemarin (16/1).

Omongan Sulhan memang ada benarnya. Paska tatib Pilwabup disahkan beberapa waktu lalu, praktis proses selanjutnya tinggal menunggu nama calon yang disung oleh lima partai pengusung paket a�?AZANa�?. Yakni, Demokrat, Hanura, PDIP, Golkar, dan PAN.

Sayangnya, keinginan masyarakat Lobar memliki wakil bupati harus pupus. Lantaran hingga saat ini baru dua Parpol pengusung yakni Golkar dan Hanura sudah mengusul nama calon, yakni Naufar F Farinduan. Sisanya, masih kosong melompong. “Sebagai pimpinan dewan, tentu kita berharap partai pengusung segera menyodorkan nama ke bupati. Karena setelah itu baru diproses. Kita (DPRD) menunggu saja,a�? tandas Sulhan.

Sementara itu, nama kuat yang digadang-gadang naik menjadi pendamping Bupati Fauzan, Naufar F Farinduan mengatakan tidak terlalu memikirkan Pilwabup. Karena situasi yang terjadi sarat permainan, ia malah lebih fokus pada pembangunan2018 yakni menjadi penantang serius bupati petahana.

“Buat saya, karena ini sudah terlalu lama tidak terlalu ikut campur di hiruk pikuk.A� Saya lebih fokus melanjutkan pembangunan di 2018,a�? ungkapnya saat dikonfirmasi terkait Pilwabup.

Ketua FORMI NTB ini tak menapik, bahwa ada segelintir orang yang tidak menginginkan ada jabatan wakil bupati. Sebab, berdasarkan fakta dilapangan, kata Farin, sampai hari ini belum ada respon postif dan progres yang baik di kalangan DPRD Lobar bahkan Bupati Fauzan yang menginginkan posisi wakil bupati.

“Saya lihat belum ada kejelasan DPRD mauapun bupati sendiri. Apakah ada kepentingan tertentu, tidak bisa kita baca. Tapi secara kasat mata, kedua belah pihak ini tidak mengingikan posisi wakil bupati,a�? jelasnya.

Kendati demikian, Farin tetap menyerahkan sepenuhnya proses Pilwabup ke kalangan DPRD Lobar. Menurutnya, Pengisian wakil bupati domain di partai pengusung. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 176 Ayat 2 menjelaskan, bahwa otonomi partai pengusung untuk mengajukan nama calon.

a�?Calon ini dimasak oleh DPRD, DPRD lah yang punya kapasitas untuk menyelanggarakana atau tidak menyelenggarakan (Pilwabup),a�? katanya.

Secara objektif, dilihat dari kinerja Farin menilai Bupati Fauzan tidak memerlukan posisi wabup. Ia melihat tugas sebagai orang nomor satu di Lobar sudah cukup mampu dan tercukupi dengan bantuanA� infrastruktur dibwahnya Sekda maupun kepala SKPD. “Beliau bisa kerja tanpa wabup,a�? ucapnya.

Namun terlepas dari itu, kata dia, Pilwabup Lobar merupakan masalah konstitusi, amanah undang-undang. Tidak hanya diukur dari kaca mata kinerja, namun juga kaca mata politik dan pembangunan.

Ia mencontohkan, penanggulangan kemiskinan di Lobar merupakan tanggung jawab wabup. Begitu juga dengan fungsi pengawasan. Jika melihat hal ini, jabatan wabup tentu harus diprioritaskan.

a�?Tapi kembali lagi saya serahkan ke teman-teman dewan,a�? ungkapnya lagi.

Lantas bagaimana sikap dengan proses Pilwabup yang menggantung? “Kalau Pilwabup tetap dilaksanakan tentu saya siap. Mau dijalankan kita sudah punya peluru (partai). Tentu ini atas respons dari tokoh agama, masyarakat dan tokoh politik,a�? tandasnya.

Farin sendiri digadang-gadang menjadi penantang serius bupati petahana H Fauzan Khalid pada Pilbup Lobar 2018 mendatang. Mendapat restu dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dukungan partai politik ia telah memantapkan diri untuk maju. “Insya Allah saya mantap (maju), tentu dengan tiga syarat tadi,a�? tutupnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost