Lombok Post
Tanjung

Teguran Terakhir Dikirim, Pengusaha Mulai Bongkar Sendiri

AKAN NYEBERANG: Penumpang publik boat tampak antre menaiki kapal tujuan tiga gili di pelabuhan Bangsal, beberapa waktu lalu. Pujo/Lombok Post

Bulan depan Pemkab Lombok Utara akan mulai menyisir bangunan di sempadan pantaiA�Gili Trawangan untuk dibongkar. Sebelum penertiban berlangsung, berbagai langkah persuasif sudah ditempuh pemkab termasuk sosialisasi.A�Hasilnya tidak sedikit pengusaha yang sudah mulai membongkar sendiri bangunannya.Meskipun batas akhir yang diberikan pemkab hingga 23 Februari mendatang.

***

AKTIVITAS wisatawan di Gili Trawangan tampak berjalan normal. Beberapa terlihat sedang berjalan-jalan maupun sekadar menikmati keindahan alam dan bahari.

Pemandangan berbeda tampak di pesisir pantai. Beberapa orang buruh tampak membongkar bangunan yang ada di sempadan pantai tersebut.

Itulah aktivitas yang kini tampak dilakukan pengusaha di Gili Trawangan. Ya, ini adalah dampak dari rencana penertiban bangunan sempadan pantai yang akan dilaksanakan Pemkab Lombok Utara, Februari mendatang.

Sebelum batas waktu yang ditetapkan pemkab, tidak sedikit pengusaha yang dengan kesadaran sendiri membongkar bangunannya. Bangunan itu menyalahi aturan sebab berada di sempadan pantai. Salah satu pengusaha yang membongkar sendiri kemarin adalah Pandawa Resort.

Wacana penertiban bangunan yang berada di sempadan pantai ini memang sudah muncul sekitar tahun 2014 lalu. Namun baru bisa terwujud di 2017. Sebelumnya, pada akhir 2016 pemkab melalui tim penertiban intens mensosialisasikan rencana ini.

Bahkan tim penertiban kerap turun langsung ke Gili Trawangan untuk memantau kegiatan pembongkaran yang dilakukan pengusaha. a�?Kita memantau saja. Kesadaran pengusaha seperti ini sangat bagus,a�? ujar Asisten II Setda Lombok Utara yang juga menjadi Ketua Tim Penertiban Hermanto, kemarin (16/1).

Hermanto menjelaskan, saat ini tim penertiban sudah melayangkan surat teguran terakhir kepada pengusaha yang memiliki bangunan di sempadan pantai. Surat ini merupakan penutup sebelum tim akan turun menertibkan bangunan pada Februari mendatang.

a�?Sejauh ini sudah ada beberapa pengusaha yang menyanggupi untuk membongkar sendiri. Bahkan ada yang sudah seperti Sama-Sama Bar dan Pandawa Resort ini,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, sebagian besar pengusaha sudah menyatakan kesanggupannya untuk membongkar bangunannya sendiri. a�?Pengusaha yang lain ini siap membongkar sendiri bangunannya jika pengusaha besar sudah membongkar sendiri. Intinya mereka siap melaksanakan,a�? tandasnya.

Menurut Hermanto, dari data yang sudah diperbarui ada 140 bangunan yang harus dibersihkan dari sempadan pantai. Tim berkomitmen agar penertiban ini terealisasi sesudah batas akhir waktu. Pemkab tetap akan turun ke lokasi mengecek apakah sudah seluruh bangunan dibongkar.

a�?Tim tetap turun nanti 24 Februari sehari setelah batas akhir. Kalau masih ada yang sedang proses pembongkaran kita beri tambahan waktu. Intinya kami ingin pandangan ke laut bersih dari bangunan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Hermanto mengungkapkan, beberapa pengusaha akan melaksanakan pembongkaran pada 20 Februari. Momen ini akan digunakan tim sebagai contoh bagi pengusaha lainnya agar mau membongkar bangunannya sendiri.

A�a�?Nanti 20 Februari Villa Ombak membongkar bangunannya sendiri. Kita ingin momen ini jadi pemicu pengusaha lain untuk membongkar sehingga tim bersama Muspida akan menyaksikan langsung pembongkarannya,a�? jelasnya.

Hermanto sangat mengapresiasi pengusaha yang sudah melakukan pembongkaran sendiri. Karena penataan kawasan sempadan pantai ini untuk kepentingan bersama supaya menjadi lebih baik.

a�?Rencananya kawasan sempadan pantai akan dibuat fasilitas tambahan berupa jalur untuk cidomo maupun pejalan kaki. Yang jelas sempadan pantai ini milik semua orang bukan personal,a�? pungkasnya. (PUJO NUGROHO, Tanjung/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost