Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Yamaha Ancang-Ancang Naikkan Harga

MATARAM – Naiknya biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) hingga 100 persen memengaruhi harga kendaraan bermotor. Yamaha selaku salah satu penyedia kendaraan bermotor di NTB berancang-ancang menaikkan tarif produknya. Salah satu penyebabnya akibat naiknya harga biaya balik yang include dengan harga kendaraan bermotor.

Head Finance Main Dealer Yamaha NTB Eko Yulianto mengatakan tetap patuh terhadap kebijakan pemerintah apalagi menyangkut kenaikan harga biaya pengurusan surat kendaraan bermotor. Menurutnya hal itu tentu sangat berpengaruh terhadap bisnis penjualan motor di NTB.

“Pengaruhnya tentu ada sehingga kami akan menaikkan harga untuk menyesuaikan dengan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor itu,” kata Eko kepada Lombok Post.

Permintaan terhadap sepeda motor Yamaha di NTB menurutnya terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, tingkat permintaan motor Yamaha pada 2016 mencapai 95 persen. Pihaknya juga terbantu dengan keberadaan komunitas motor Yamaha di NTB.

Dikatakan, biaya pengurusan surat kendaraan bermotor biasanya include dengan pembelian motor. Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengurusan surat kendaraan bermotor tersebut.

“Memang tiap tahun ada kenaikan harga, tapi terkait kenaikan harga pembuatan STNK dan BPKB ini memang baru sekarang,” papar dia.

Eko menegaskan, kenaikan biaya pembuatan surat kendaraan bermotor itu belum berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan motor Yamaha. Lagipula, kebijakan itu baru 10 hari diterapkan. Meski begitu, pihaknya sudah membahas hal itu untuk segera mengambil sikap.

Dia berharap kenaikan itu juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan dalam penerbita STNK dan BPKB. Tidak lagi ada alasan kekurangan blanko, atau alasan lain mengingat sudah ada biaya administrasinya.

“Jangan lagi terlambat, itu kan sudah ada pemasukan negara bukan pajak,” ungkap Eko.

Sepeda motor Yamaha di NTB mencapai 20 ribu pertahun dan disebar ke 31 dealer di NTB. Permintaan motor terbanyak saat ini adalah jenis N Max yang penjualannya cukup bersinar. Pihaknya sudah melepas lebih kurang 30 persen N Max ke pasaran. Penjualan N Max pun diyakini akan semakin meningkat pada 2017.

Sementara itu Unit Pelayan Tekhnis (UPT) Kantor Pelayanan Pajak Daerah NTB terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Kepala UPT KPPD NTB Ervan Anwar mengatakan sejumlah program disiapkan untuk meningkatkan realisasi pajak daerah melalui BBNKB maupun PKB.

Dikatakan, sejumlah program yang sudah dilaksanakan baik Samsat Mobil, Samsat Drive Thru, dan lainnya. Pihaknya juga menyiapkan beberapa terobosan untuk meningkatkan pelayanan pada wajib pajak.

“Ada beberapa program untuk meningkatan realisasi pajak baik BBNKB maupun PKB,” kata Ervan.

Sebelumnya Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) NTB pernah menghasilkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Samsat untuk mempermudah pembayaran pajak. ATM Samsat itu rencananya diuji coba di Mataram. ATM Samsat itu diyakini dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak BBNKB maupun PKB. (tan/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost