Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Pengiklan Swasta Lebih Disukai

BIDIK PERUSAHAAN SWASTA: Seorang pekerja Danim’s Advertising merapikan cat printer. Meskipun mendekati tahun politik, bisnis advertising justru membidik perusahaan swasta. Edy Gustan/Lombok Post

MATARAM – Meskipun perhelatan politik Pemilu Kepala Derah (Pilkada) serentak akan berlangsung 2018,A� sejumlah pebisnis advertising tidak begitu kepincut. Padahal, tidak sedikit bakal calon kepala daerah yang menggunakan jasa advertising untuk menyosialisasikan dirinya. Baik melalui media spanduk, baligo, maupun billboard.

Salah satunya Danima��s Creative Clubs yang juga menjalankan bisnis advertising.Nama Danima��s sendiri merupakan kepanjangan dari Deretan Anak Nakal Ingin Menikmati Sukses. Menurut Lalu Mugis Kamajaya yang sudah menjalankan bisnisnya sejak 2003, sektor politik justru merupakan salah satu a�?penyakita�? dalam bisnis advertising. Apalagi harus terjebak dalam kepentingan politik tertentu yang dinilai dapat memengaruhi perjalanan bisnisnya.

a�?Tapi masing-masing berbeda, kalau saya sih nggak begitu tertarik dengan politik karena pernah punya pengalaman pahit,a�? ujar Lalu Mugis Kamajaya kepada Lombok Post kemarin (17/1).

Danima��s Advertising setidaknya sudah menghadapi tiga kali pilkada baik level provinsi maupuk kabupaten/kota. Justru pada tiga kali pemilu itulah dia merasa merugi. Meskipun beberapa diantaranya justru seimbang. Mugis merupakan salah satu pebisnis advertising yang memiliki 30 titik pemasangan billboard se- NTB.

Untuk wilayah Mataram saja dia memiliki tempat pemasangan billboard di 15 titik. Beberapa di antaranya berada pada lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi penempatan billboard itu tidak sembarang. Dibutuhkan suvey jumlah kendaraan yang melintas per menit dan lainnya.

Tentu lokasi itu menentukan harga sewa billboard. Dia mencontohkan untuk pemasangan iklan di kawasan perempatan Karang Jangkong, Mataram dengan ukuran 4X6 meter berkisar seharga Rp 200 juta per tahun. Tapi tentu itu mencakup pembayaran berbagai hal baik izin operasional, biaya perawatan, listrik dan lain sebagainya.

Maka itu, dia membidik swasta baik perusahaan-perusahaan rokok, otomotif, maupun provider. Pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang berpusat di Jakarta. Tapi akhir-akhir ini bisnis advertising menurutnya sudah mulai melemah. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

a�?Ya bisa akibat regulasi dan pengawasan yang semakin ketat, pelebaran jalan, atau juga bisa dari pelanggan yang mulai berkurang,a�? ungkap dia.

Maka itulah pihaknya bergabung dalam organisasi advertising untuk mengatur berbagai hal terutama terkait persaingan bisnis. Organisasi advertising itu bernama Advertising SeviceA� Assosiation (ASA).

a�?Kan beberapa waktu lalu marak penertiban advertising yang dinilai melanggar peraturan. Apalagi seperti di Kota Mataram ada perda terkait hal itu sehingga perlu ada wadah untuk mengaturnya sehingga terbentuklah ASA ini,a�? tegas dia.

Tidak sekadar bergerak di bidang advertising, Lalu Mugis Kamajaya juga mengembangkan binsis Event Organizer. Bisnis ini dinilai saling berkait antara satu dan lainnya. Apalagi jika dipercaya untuk mengerjakan kegiatan skala nasional dengan melibatkan rekan bisnis baik otomotif, perusahaan rokok, maupun provider. (tan/r3)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost