Selong

Paus Biru Terdampar di Tanjung Luar

SELONG – Seekor paus berukuran cukup besar kembali terdampar di perairan Lombok Timur (Lotim). Kali ini lokasinya di perairan Tanjung Luar kecamatan Keruak. Lalu Drajat dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSDPL) Denpasar wilayah kerja NTB menyebut hewan raksasa ini merupakan jenis paus biru. Penyebab kematian masih belum bisa dipastikan.

a�?Ini bisa jadi karena faktor kondisi alam yang ekstrem. Bisa juga akibat radar sonar, tertabrak kapal besar atau yang lainnya. Karena melihat kondisi kulitnya ada yang terkelupas,a�? ujar Lalu Drajat kepada Lombok Post, kemarin (17/1).

a�?Namun ini bisa juga seperti paus yang di Seriwe belum lama ini, akibat adanya virus berbahaya,a�? sambungnya.

Paus ini pertama kali ditemukan oleh nelayan mengapung di perairan Tanjung Luar sekitar 200 meter dari bibir pantai Senin pukul 16.00 Wita. Nelayan yang melihatnya kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas TNI AL. Tauhid, salah seorang anggota TNI AL bersama timnya dibantu warga kemudian membawa paus ini ke pinggir pantai depan posko TNI AL. Dari lokasi tersebut paus digeser ke pesisir yang tak jauh dari Kantor UPT Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi NTB di Tanjung Luar.

Pengawas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten berencana langsung untuk menguburnya.Untuk memastikan paus ini tidak dikonsumsi oleh warga seperti yang telah terjadi pada paus di Seriwe beberapa waktu lalu. Karena dikhawatirkan, kalau dibiarkan di pinggir pantai, warga tetap nekat mengkonsumsi daging bangkai paus ini.

a�?Padahal saya sudah bilang yang di Seriwe itu mengandung virus berbahaya. Tapi saya baca di Koran, paginya kok bisa dijarah warga dagingnya. Ini makanya sekarang kita harus kubur,a�? jelas Lalu Drajat.

Virus yang terdapat pada ikan paus yang mati di Seriwe dijelaskannya menyebabkan melemahnya fungsi dan kekebalan otak. Efeknya memang tidak dirasakan langsung saat ini. Melainkan lima 5-10 tahun ke depan.

A�a�?Kasusnya itu sama seperti yang ada di Bali dan di Jawa Timur,a�? bebernya.

Dari pantauan Lombok Post, ikan paus yang terdampar di Seriwe kemarin terus mengeluarkan darah. Itu terlihat dari air laut yang berwarna merah di sekitar lokasi terdamparnya paus ini. Para petugas dari Provinsi dan Kabupaten sengaja menaruh posisi ikan paus ini agak jauh dari pantai. Agar warga yang datang tidak bisa mengambil dagingnya. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seandainya paus ini mengandung virus seperti yang di Seriwe.

a�?Hari kami akan langsung kubur. Anggarannya, kami berkoordinasi antara pemerintah Provinsi dan Pemkab Lotim. Karena untuk mengubur paus ini kan membutuhkan alat berat dan biaya penggalian kubur,a�? terang Rama, petugas pengawas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. (ton/r2)

Related posts

Siap Tidak Siap, MEA Tetap Datang

Redaksi Lombok Post

Jalan ke SDN 9 Pemongkong Terputus

Redaksi Lombok post

Kaji Tempurung Kelapa dan Serbuk Gergaji

Iklan Lombok Post