Lombok Post
Praya

RSUD Praya a�?Usira�? Penyedia Oksigen

TUMPUKAN OKSIGEN: Tumpukan tabung oksigen di RSUD Praya Lombok Tengah, kemarin (17/1). dedi/Lombok Post

PRAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya di Lombok Tengah (Loteng), akhirnya memutus kontrak kerja sama dengan penyedia oksigen. Keputusan itu berlaku, sejak akhir tahun 2016 lalu.

a�?Sejak itulah, kami tidak lagi menerima tabung oksigen dari pihak ketiga. Tapi, kami beli sendiri,a�? kata direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, kemarin (17/1).

Kontrak kerja sama dengan tersebut, kata Langkir masih berlaku hingga tahun 2018 mendatang. Namun dalam perjalanannya, perusahaan asal Jakarta itu dinilai tidak bertanggungjawab terhadap pengadaan tabung oksigen. Terlebih, gudang produksinya terbakar akibat ledakan pada Juni 2016 lalu.

Sejak musibah itu yang bersangkutan tidak lagi memproduksi oksigen. Kendati demikian, rumah sakit tidak mau tahu. Bersangkutan tetap terikat kontrak, sehingga wajib menyediakan kebutuhan oksigen setiap harinya.

a�?Sayangnya, pihak ketiga atas nama PT Gastek yang terikat kontrak sejak tahun 2013 lalu itu, menghilang sampai sekarang,a�? sesal Langkir.

Untungnya, kata Langkir hak dan kewajiban kedua belah pihak sudah terpenuhi, sehingga tidak ada lagi sengketa hukum dikemudian hari. Khususnya, persoalan hutang piutang. Kendati demikian, jika bersangkutan ingin melanjutkan kerja sama, maka syaratnya harus memiliki gudang produksi sendiri, tidak boleh a�?nyantola�? lagi di rumah sakit. Termasuk, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung lainnya.

a�?Sejak awal, kami memang ingin mengeluarkan kebijakan pemutusan kontrak. Alasannya, kita lebih banyak pengeluaran,a�? katanya.

Nilai kontrak dengan perusahaan tersebut, tambah Langkir sebesar Rp 78 juta per bulan, dengan jumlah produksi tabung oksigen sebanyak 40 unit. a�?Kalau kita beli sendiri malah lebih murah, berkualitas dan tepat waktu,a�? bebernya.

Atas dasar itulah, pihaknya kedepan tidak akan lagi menggunakan pihak ketiga, apa pun alasannya. a�?Yang terpenting, pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal. Itu saja,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, terpisah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Nahas, 11 Penumpang Pikap Terjatuh, Dua Tewas

Redaksi LombokPost

Pemerintah Sosialisasi Pembangunan Jalan LIA-KEK

Redaksi LombokPost

Job Fair Sediakan 5.255 Lowongan

Redaksi LombokPost

Sarankan Pelatihan Singkat untuk Pekerja KEK Mandalika 2020

Redaksi LombokPost

Loteng Termasuk Pengirim TKI Illegal Terbesar

Redaksi LombokPost

Kemenag Loteng Bersiap Dirikan PLHUT

Redaksi LombokPost

Loteng Gelar Festival Kuliner Tempo Doeloe

Redaksi LombokPost

LIA Terus Berbenah, Tambah Kapasitas Parkir Pesawat

Redaksi LombokPost

Selama Ramadan Kota Praya Benderang

Redaksi LombokPost