Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Tahun Ini Hadapi Banyak Tantangan

INFRASTUKTUR: Pelabuhan Senggigi yang bisa digunakan kapal untuk menyeberang ke Bali dan tiga gili di KLU menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan mampu mendorong pariwisata di NTB. NURUL/LOMBOK POST

MATARAM – Banyak tantangan ekonomi yang dihadapi NTB pada tahun ini. Salah satunya inflasi daerah yang harus dijaga. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut perlu diiringi dengan langkah-langkah menjaga stabilitas harga. Inflasi yang tinggi pada akhirnya akan menggerus pendapatan masyarakat dan dapat memicu peningkatan kemiskinan.

a�?Sinergi antar pemangku kebijakan dalam mengendalikan inflasi dibutuhkan untuk memastikan harga-harga komoditas terjangkau oleh masyarakat selama tahun 2017,a�? kata Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Manggaukang Raba kemarin(17/1).

Selanjutnya struktur perekonomian NTB yang masih didominasi oleh konsumsi. Laju pertumbuhan konsumsi cenderung melambat di tahun 2016. Namun, mendorong konsumsi tanpa diimbangi dengan produksi. Untuk mendorong produksi, masuknya investor menjadi sangat penting.

Tingginya kepercayaan pelaku ekonomi terhadap pemerintah perlu dioptimalkan untuk meningkatkan aliran dana investasi masuk ke NTB,a�? tuturnya.

Tantang untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi, khususnya pada produksi pangan, dihadapkan pada situasi peran sektor pertanian terhadap PDRB yang tidak berubah. Hilirisasi dari sektor pertanian juga masih perlu ditingkatkan, untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. Untuk menjawab tantangan tersebut, dukungan infrastruktur produksi, penerapan teknologi pertanian dan peningkatan akses pembiayaan pada petani menjadi hal yang perlu diperkuat.

Selain pembenahan pada sisi produksi, dukungan perluasan pasar diperlukan untuk memastikan kepastian pembelian hasil produksi petani. Dengan adanya rute baru penyeberangan Lombok-Surabaya diharapkan mampu mendukung perluasan akses pasar dimaksud.

Terkait sektor pariwisata, riset Bank Indonesia menunjukkan bahwa pembenahan pada aspek fasilitas, kebersihan serta infrastruktur penunjang menjadi hal yang perlu segera dilakukan. Akselerasi proyek-proyek strategis pariwisata perlu didukung kemudahan izin berinvestasi dan kepastian berusaha secara menyeluruh di kabupaten/kota.

a�?Diperlukan pemerataan pembangunan infrastruktur layanan dasar kesehatan dan pendidikan disetiap pelosok daerah,a�? tambahnya.

Saat ini, kondisi ketenagakerjaan di NTB masih didominasi oleh tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SMP kebawah. Peningkatan kualitasA� pendidikan menjadi sangat penting agar SDM lokal di Provinsi NTB mampu bersaing, di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital saat ini. Peningkatan partisipasi masyarakat pada jalur pendidikan vokasiA� menurut hemat Biro Perekonomian perlu dipertimbangkan. Mengingat pengembangan sektor pertanian dan pariwisata juga memerlukan SDM yang berkualitas handal.

a�?Dengan meningkatkan kualitas SDM tersebut, diharapkan pembangunan ekonomi di NTB dapat pula dirasakan oleh masyarakat lokal,a�? tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTBA� HL Gita Aryadi menjelaskan, terobosan pemimpin sebelumnya dalam mendorong investasi di NTB akan dilanjutkan. Namun kali ini akan dikuatkan dengan program CERAH (cepat, ramah, handal).

a�?Dalam investasi kami akan mendorong beberapa negara untuk melihat potensi daerah NTB,a�? tandasnya. (nur/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post