Lombok Post
Tanjung

Mau Transaksi, Pengedar Sabu Dibekuk Polisi

TUNJUKKAN: Kabag Ops Polres Lombok Utara Kompol Sutrianto (kanan) didamping Kasat Narkoba Iptu Remanto (kiri) menunjukkan pelaku yang ditangkap kepada wartawan, kemarin (18/1). PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG – Aparat kepolisian Polres Lombok Utara berhasil menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu. Aparat Polres Lombok Utara berhasil menangkap satu orang pengedar. Sedangkan pembeli berhasil melarikan diri.

Kabag Ops Polres Lombok Utara Kompol Sutrianto mengungkapkan, saat penangkapan, polisi berhasil meringkus AH (inisial, Red) yang akan menjual narkoba jenis sabu kepada seorang pembeli di Dusun Telaga Wareng, Pemenang sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (17/1). a�?Kasat Narkoba yang memimpin penangkapan, tapi pembeli berhasil kabur,a�? ungkapnya saat memberikan keterangan pers kemarin (18/1).

Dari AH, polisi berhasil menyita barang bukti berupa lima paket kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu dengan berat 1,55 gram, satu pipa plastik yang di dalamnya terdapat pipa kaca bening yang diduga sebagai alat hisap, handphone, sepeda motor, dan uang sebesar Rp 550 ribu. a�?Pelaku dikenakan pasal 112 dan 127 UU tentang Narkotika dengan hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 9 tahun,a�? jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan penangkapan pertama sejak Polres Lombok Utara resmi berdiri. Kata dia, ini adalah prestasi pertama sebagai wujud keseriusan Polres Lombok Utara dalam rangka membasmi peredaran narkoba khususnya di Gumi Tiok Tata Tunaq.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Iptu Remanto menerangkan, kronologis penangkapan sendiri dilakukan pada saat pelaku dan pembeli melakukan transaksi. Namun, pembeli berhasil melarikan diri dan kini dalam proses pengejaran. a�?Pelaku juga tadi sempat mencoba kabur dan membuang barang bukti tapi anggota berhasil menangkapnya dengan barang bukti,a�? katanya.

Remanto mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus ini, apakah AH termasuk pengedar atau tidak. Tapi dari dugaan sementara, pelaku adalah pengedar. a�?Kita akan lakukan pengembangan. Karena bisa jadi pelaku ini memiliki jaringan. Dan pelaku yang ditangkap ini sudah kita pantau selama seminggu,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost