Lombok Post
NASIONAL

Hari Ini Trup Resmi Pimpin Amerika

US President Barack Obama exits after his final presidential press conference on January 18, 2017, at the White House in Washington, DC. "I think it's in America's interest and the world's interest that we have a constructive relationship with Russia. That's been my approach throughout my presidency," Obama said at his final press conference. / AFP PHOTO / Brendan Smialowski

WASHINGTON – Diawali dengan minum kopi bersama di Gedung Putih, Barack Obama dan Donald Trump bertukar status hari ini (20/1). Obama kembali menjadi warga biasa dan Trump mendapat gelar presiden lewat pelantikan di sayap barat Capitol Hill. Delapan tahun kepresidenan Obama berakhir dengan perjalanan udara menumpang Air Force One bersama keluarganya.

Menjelang transisi resmi yang disaksikan oleh masyarakat global tersebut, Obama mengundang media untuk mengadakan jumpa pers pemungkas. Rabu waktu setempat (18/1), tokoh 55 tahun itu banyak berbicara tentang rencananya setelah tak lagi menjadi penguasa Gedung Putih. a�?Saya akan menyepi dulu untuk sementara waktu dan tidak banyak bicara,a�? kata bapak dua anak tersebut.

Obama ingin menebus waktunya untuk keluarga yang banyak terbuang selama delapan tahun menjadi commander-in-chief. Selain itu, dia akan menggunakan waktu luang untuk menulis buku. Setidaknya, selama satu tahun pertama setelah tak lagi menjadi presiden, Obama akan menulis. Tapi, dia mengaku tidak akan segan kembali tampil di hadapan publik jika Trump berulah. Dia berjanji akan menegur.

a�?Saat ada nilai-nilai luhur yang terancam atau dipertaruhkan, saya tidak mungkin tinggal diam,a�? katanya. Ancaman itu, menurut Obama, bisa berwujud amandemen undang-undang pemilihan umum (pemilu) atau perumusan legislasi untuk membungkam media atau oposisi. Jika Trump mewujudkan janji mendeportasi seluruh imigran ilegal dan keturunan yang dihasilkan mereka, Obama juga akan buka suara.

Dalam pidatonya, suami Michelle itu juga menyampaikan beberapa pesan kepada Trump. Salah satunya fakta bahwa tugas presiden sangatlah berat. Bahkan, Obama yang sudah malang melintang di panggung politik sebelum menjadi penguasa Gedung Putih pun sempat kewalahan. Menjadi presiden, menurut dia, lebih berat daripada yang pernah terpikirkan sebelumnya.

a�?Itu tugas yang sangat besar dan Anda tidak akan mungkin melakukannya sendirian,a�? pesan pria kulit hitam pertama yang menjadi presiden AS tersebut. Oleh karena itu, dia berharap Trump bisa bersinergi dengan timnya untuk menjalankan pemerintahan. Tidak seperti bisnis, negara tidak berjalan atas dasar pikiran atau gagasan satu orang saja. Bahkan, jika orang tersebut adalah presiden.

a�?Realitas selalu punya cara untuk membalasmu,a�? ujar Obama. Dia berharap Trump tidak benar-benar membuktikan ambisinya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dari unsur Obama. Sebab, jika Trump melakukan hal tersebut, rakyatlah yang akan menjadi korban. Oleh karena itu, Obama akan terus memantau perkembangan pemerintahan meski tidak bisa terlibat langsung dalam sistem.

Dalam kesempatan itu, dia juga berpesan kepada media agar tetap kritis. Terutama media-media mainstream yang selama ini dimusuhi Trump. Tapi, dia juga mengingatkan agar para jurnalis tidak asal membuat berita atau bahkan menciptakan berita bohong. a�?Anda tidak harus jadi penjilat. Anda tidak boleh percaya begitu saja (kepada narasumber). Anda harus bisa melontarkan pertanyaan hebat,a�? tandasnya.

Dijaga Super Ketat

Donald Trump akan ditahbiskan menjadi presiden ke-45 disaksikan beberapa presiden sebelumnya. Ada Barack Obama dan istri, Michelle; Bill Clinton bersama Hillary; George W. Bush dan Laura; serta Jimmy Carter yang menggandeng Rosalyn.

Sejak Rabu (18/1), aparat Washington DC sangat sibuk. Bukan hanya polisi, tetapi juga militer dan Garda Nasional. a��a��Kami mengerahkan sekitar 500.000 personel keamanan dari berbagai satuan tugas untuk mengamankan Washington mulai hari ini hingga Sabtu nanti (21/1),a��a�� kata Christopher T. Geldart, direktur badan keamanan nasional District of Columbia.

Pengamanan pelantikan presiden kali ini merupakan yang paling besar dari segi jumlah personel keamanan. Menurut Geldart, sebelumnya tidak pernah ada pelantikan presiden yang melibatkan personel sebanyak itu. Pelantikan Trump melibatkan jumlah personel keamanan terbesar sejak berakhirnya Perang Vietnam. Itu dilakukan karena massa yang datang bukan hanya pendukung, tetapi juga pemrotes presiden kontroversial tersebut.

Kemarin (19/1) ratusan orang berunjuk rasa di Kota New York bersamaan dengan jadwal penerbangan Trump ke Washington. Sekitar pukul 10.40 waktu setempat mantan host The Apprentice itu bertolak menuju rumah sekaligus tempat kerja barunya dengan menumpang jet militer. Dia meninggalkan Andrews Air Force Base di Negara Bagian Maryland bersama keluarga. Itu penerbangan terakhir dia sebagai warga biasa.

Begitu pria 70 tahun itu meninggalkan Kota Big Apple, massa menduduki halaman Trump International Hotel di Columbus Circle. Ratusan orang tersebut menamakan diri mereka kelompok MoveOn. a��a��Dari tempat ini, kami mengirimkan pesan kepada Trump dan seluruh penduduk negeri ini untuk bersatu padu demi keadilan, HAM, lingkungan hidup, dan kebebasan sipil,a��a�� seru Justin Krebs, salah seorang pengunjuk rasa.

Selain MoveOn, ada dua kelompok lagi yang berunjuk rasa kemarin. Planned Parenthood dan Greenpeace melakukan aksi mulai pukul 18.00 waktu setempat. Sedangkan hari ini, terdapat lebih banyak kelompok yang melakukan protes. Hingga tadi malam WIB, mereka terdiri atas 99 kelompok. Padahal, selama ini unjuk rasa pada hari pelantikan presiden hanya dilakukan maksimal enam kelompok.

a��a��Hari saat dia dilantik itu hari kiamat bagi Amerika yang kita kenal selama ini,a��a�� kata Joey Haddad, salah seorang demonstran. Seperti kelompok pendukung Trump yang berdatangan di Washington dari berbagai penjuru AS, demikian juga halnya dengan massa anti-Trump. Ted Sirota, misalnya. Dia melakukan perjalanan jauh dari Chicago hanya untuk memprotes sang pemilik Trump Tower tersebut. (AFP/Reuters/BBC/hep/c6/any/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post