NASIONAL

Jumlah Sekolah UNBK Belum Jelas

JAKARTA – Upaya memperbanyak lokasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tidak menurunkan ongkos ujian kertas secara signifikan. Dalam pengumuman lelang pengadaan dan distribusi UN 2017 Kemendikbud, pagu anggarannya ditetapkan Rp 85 miliar. Atau turun Rp 9 miliar dibanding pagu lelang naskah UN tahun lalu.

Perbedaan mencolok dalam pengumuman pengadaan dan distribusi naskah UN 2017 adalah jumlah paket lelangnya. Seperti diketahui pengadaan serupa tahun lalu terdiri dari 24 paket lelang. Paket lelang diperbanyak untuk mempermudah pendistribusian oleh pemenang tender. Dengan hanya satu paket lelang, dikhawatirkan tahun ini muncul masalah dalam pendistribusian naskah ujian.

Kepala Bada Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menjelaskan, urusan teknis lelang dikerjakan oleh Sekretariat Balitbang. “Saya belum lihat detailnya. Yang jelas kalau hanya ada satu paket lelang memang ada potensi kuwalahan percetakannya,” katanya di komplek DPR kemarin (19/1).

Totok menjelaskan selama ini tender pengadaan dan distribusi naskah UN selalu dibagi dalam beberapa paket. Setiap paket mewakili provinsi tertentu. Semakin banyak paket lelang, dapat mempermudah penggandaan dan pendistribusian. Sebab beban yang ditanggung pemenang lelang tidak mencakup seluruh Indonesia.

Mantan kepala biro kepegawaian Kemendikbud itu menjelaskan, sampai saat ini Kemendikbud belum menuntaskan pemetaan sekolah pelaksana UN 2017. Pemataan itu terkait sekolah mana yang menjalankan UNBK, sekolah yang menumpang UNBK di sekolah lain, dan sekolah pelaksana ujian berbasis kertas.

Totok mengatakan target penuntasan pemetaan sekolah itu pada 25 Januari depan. Dia menjelaskan untuk menentukan sekolah yang akan numpang atau bergabung dengan sekolah lain untuk UNBK itu butuh perlakuan ekstra. Sebab akan diiringi dengan mobilisasi siswa peserta saat ujian berlangsung.

Sekretaris Balitbang Kemendikbud Dadang Sudiyarto menjelaskan, paket lelang naskah UN 2017 memang hanya ada satu. Namun meski hanya satu paket lelang, di dalamnya ada lima region. “Istilahnya sistem item,” katanya.

Dadang mengatakan perusahaan peserta lelang bisa melakukan penawaran untuk satu paket utuh atau memilih beberapa region saja. Jadi nantinya pemenang tender akan ditetapkan berdasarkan region. Setiap region bisa berbeda semua atau ada yang sama pemenang lelangnya.

Anggota Bidang Pembinaan Organisasi Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menjelaskan sampai sekarang belum ada ketetapan sekolah pelaksana UNBK. “Seluruh kepala sekolah beberapa hari lalu dipanggil ke Dinas Pendidikan Provinsi NTB. Informasinya semuanya akan menggunakan UNBK,” kata wakil kepala SMAN Gunungsari, Lombok Barat itu.

Dia mengatakan sampai sekarang masih menunggu panduan teknis UN 2017. Biasanya sebelum Januari sudah keluar prosedur operasional standar (POS) UN

Namun untuk UN 2017, sampai saat ini Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) belum mengumumkan penerbitan POS UN 2017. (wan/JPG/r8)

Related posts

Pembubaran 23 Lembaga Negara Hemat Rp 25 T

Redaksi Lombok Post

Pilot Senior Lion Air Tertangkap Sedang Nyabu

Redaksi Lombok Post

Ahok Rontok! Anies-Sandi Jangan Lupa Janji-Janjinya Yaa��

Redaksi Lombok Post