Lombok Post
Tanjung

Masyarakat Keluhkan Pemadaman

Ilustrasi Mati Lampu
Listrik Padam

TANJUNG – Pemadaman listrik yang kerap terjadi beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat Lombok Utara. Terlebih pemadaman listrik tersebut tidak dibarengi pemberitahuan kepada masyarakat.

Menanggapi hal ini Manager Niaga PLN NTB Andi meminta PLN Rayon Tanjung memberi pemberitahuan kepada masyarakat. Terutama terkait rencana pemadaman listrik. a�?Pemadaman listrik ini ada dua penyebab yakni gangguan dan pemeliharaan.

Saya minta yang di sini minimal dalam 1×24 jam mengeluarkan pemberitahuan terlebih dulu ke masyarakat jika akan ada pemadaman karena pemeliharaan,a�? ujarnya usai menghadiri sosialisasi di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, kemarin (19/1).

Lebih lanjut, saat ditanya terkait beberapa dusun yang belum teraliri listrik, Andi belum bisa melaporkan hal ini kepada aparat desa. Nantinya desa akan meneruskannya ke camat, dan dilanjutkan ke kantor area PLN setempat.

a�?Jadi mekanismenya melakukan permohonan dulu ke desa, camat, dan ditembuskan ke dinas terkait lalu baru diajukan ke Rayon Tanjung kemudian diteruskan ke kantor area,a�? jelasnya.

Menurutnya, setelah ada usulan ke kantor area, maka akan diusulkan kembali ke kantor wilayah. Nantinya PLN wilayah bakal memerifikasi baru disinkronkan dengan program pembangunan jaringan. a�?Nanti kita akan memerifikasi apakah ada jatah untuk program di tahun ini dan seterusnya, yang jelas PLN itu welcome kepada semua masyarakat,a�? tegasnya.

Pihaknya mengakui bahwa PLN mempunyai target agar jaringan kelistrikan bisa masuk ke daerah pelosok sehingga mudah diakses masyarakat. Hanya saja, jika tidak ada informasi maupun peran serta dari masyarakat sendiri maka realisasi kelistrikan di sebuah wilayah tersebut akan sedikit kompleks.

A�a�?Kita punya target agar penggunaan kelistrikan ini semakin tinggi, tetapi kalau tidak ada peran serta dari desa, camat, dan masyarakat sendiri akan sedikit susah,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Lombok Utara, Herianto mengatakan, kedepannya koordinasi dengan desa maupun camat akan dilakukan untuk menampung seluruh keluhan masyarakat yang belum teraliri listrik. Dengan begitu, dapat disimpulkan berapa estimasi kebutuhan untuk disampaikan kepada PLN. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost