Lombok Post
Metropolis

Mataram Seksi

SEGERA BUKA: Pembangunan Transmart terus dikebut. Rencananya retail modern milik investor kakap ini bakal dibuka tahun ini. Ivan/Lombok Post

MATARAM – Kota Mataram menjadi daerah seksi bagi para investor. Buktinya, total investasi yang masuk sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 di Kota Mataram mencapai Rp 15,080 triliun.

Terdata ada enam bidang usaha yang cukup diminati di daerah ini. Antara lain hotel, pengadaan barang dan jasa, jasa (travel, telekomunikasi, ticketing, finance dan pariwisata), konstruksi/real estate, rumah makan (warung/kafe) dan rumah sakit/klinik.

“Paling banyak diminati bidang bidang pengadaan barang dan jasa. Selama tahun 2016 ada 657 usaha di bidang pengadaan barang dan jasa,a�? kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Cokorda Sudira Muliarsa, mengutip grafis data perusahaan non fasilitas.

Sementara total keseluruhan untuk bidang ini dalam tiga tahun terakhir mencapai 1.808 bidang. Di bawahnya ada bidang jasa, sebanyak 271 bidang. Lalu menyusul, konstruksi/real estate sebanyak 183 bidang.

Sementara sisanya untuk bidang hotel, rumah makan dan rumah sakit. Hingga tiga tahun ini, jumlah bidang usaha di kota ini mencapai 2.428 bidang.

a�?Jenis perusahaan yang paling banyak yakni perusahaan perorangan. Yakni mencapai 2.428 dalam tiga tahun terakhir,a�? tuturnya.

Di tahun 2016 kemarin, jumlah perusahaan perorarngan (UD), terdata sebanyak 389 perusahaan. Lebih sedikit dibanding tahun 2015 sebanyak 430 perusahaan. Tetapi yang menarik di tahun 2016 lalu, jumlah PT yang masuk di Mataram lebih banyak dibanding dua tahun terakhir. Yakni sebanyak 196 perusahaan. Lebih banyak dari tahun 2015 yang hanya 191 PT.

a�?Kami hitung total tenaga kerja yang terserap sebanyak 30 ribu orang selama tiga tahun terakhir,a�? A�ujarnya.

Cokorda sendiri mendorong, masyarakat lokal khususnya warga kota memanfaatkan peluang investasi di Mataram. Jangan hanya jadi penonton. Tetapi harus ikut bergerak, bersaing, memanfaatkan tingginya ketertarikan masyarakat luar untuk menikmati pelayanan di daerah ini.

“Jangan hanya menonton. Tetapi harus ikut juga berusaha,a�? imbaunya.

Sayangnya, ia belum bisa menunjukan data perbandingan antara jumlah pengusaha luar dan lokal. Namun, Cokorda yakin jumlahnya cukup banyak. Hanya saja, penekanan memang penting untuk terus menggenjot agar usaha-usaha mikro kecil menengah bertambah di daerah ini.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Yance Hendra Dirra, siap menyongsong 2017 untuk memperbanyak jumlah UKM di Mataram. Menariknya, Yance ingin memperkenalkan konsep Bio Industri.Yakni Industri rumahan.

Yance yakin, Bio Industri akan memberi dampak peningkatan ekonomi bagi warga. a�?Kita punya hasil produksi dari pertanian, perkebunan dan keluatan,a�? kata Yance.

Ia mencontohkan, di kota saat ini belum ada pabrik pengemasan. Selain akan meningkatkan pendapatan warga, pembuatan pabrik juga memungkinkan penyerapan tenaga kerja dengan terbukanya ruang usaha baru bagi para pengangguran.

a�?Tetapi jangan bayangkan, pabrik yang besar. Ukuran pabriknya mikro. Misalnya untuk pabrik pengemasan, baik untuk hasil tangkapan ikan nelayan dan produksi buah-buahan,a�? terangnya.

Memang ada persoalan modal di sini jika masyarakat didorong memiliki alat-alat industrial. Tapi ia optimis, maksimalisasi peran koperasi akan banyak memberi suntikan modal bagi warga untuk meningkatkan nilai jual produknya.

a�?Small is Beautiful. Usaha kecil harus cantik, tetapi juga kuat,a�? terangnya.

Penguatan UKM juga akan ditopang dengan pembenahan koperasi di Kota Mataram. Jumlah koperasi saat ini terdata sebanyak 603 di bawah binaan pemerintah. Tetapi hanya 400 yang terdata masih sehat. Sementara 203 lainnya, mati suri.

a�?Makanya biar statusnya jelas, nanti kita petakan mana yang masih bisa diselamatkan, mana juga yang sebiknya dibubarkan saja,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost