Lombok Post
NASIONAL

MEMBARA DI PASAR SENEN

BUTUH WAKTU 12 JAM: Asap pekat membumbung dari Blok II pasar senen yang terbakar di Jakarta' kamis (19/1).

JAKARTA a�� Si jago merah melahap Pasar Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Kali ini, hampir seluruh kios yang berada di Blok I dan II pasar tersebut hangus terbakar. Barang jualan yang kebanyakan berupa pakaian, menjadi santapan buas api kemarin (19/1). Butuh 12 jam sampai akhirnya api bisa dipadamkan.

Kejadian pertama kali terjadi sekitar pukul 04.50 WIB. Saat itu, matahariA� rasanya masih belum menampakan dirinya. Tetapi, percikan api sudah mulai terlihat dari salah satu kios yang berada di lantai dasar. Keadaan semakin parah ketika tidak ada penanganan lebih lanjut dari kejadian awal tersebut.

Dijelaskan Kepala Bidang Penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Madani, setelah adanya laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan armada mobil kebakaran dari seluruh wilayah di Jakarta. Untuk yang pertama, dia melanjutkan, dikerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran. Dituturkan Madani, jumlah tersebut diperkirakannya karena kondisi kebakaran masih sekitar 50 persen.

a��a��Itu kami turunkan pada pukul 05.05 WIB pagi,a�?a�� terangnya.

Namun kebakaran semakin parah. Kobaran api semakin meluas dan membabi buta ke seluruh bagian pasar. Sehingga, pihaknya harus menerjunkan lagi armada tambahan. Sebanyak 40 unit mobil pemadam kebakaran ditambah dengan total petugas pemadam api yang berjumlah sebanyak 225 petugas.

Dia juga memaparkan, dalam kejadian yang terjadi dini hari kemarin di pasar yang usianya sudah cukup tua tersebut, ada beberapa kendala yang dialami timnya. Antara lain adalah sumber air yang tidak begitu cukup dan kegiatan evakuasi barang yang dilakukan pedagang.

Madani menyesalkan tindakan pedagang yang hilir mudik menyelamatkan barang dagangannya. Menurut dia, seharusnya para pemilik toko bisa mempercayakan itu semua ke petugasnya. a��a��Ini kan nggak. Mereka jadinya malah menghambat kerja kami,a��a�� keluhnya. Tetapi dia pun memahami tindakan tersebut.

Kemudian, dia juga menambahkan, ada kendala lain yang dialami ketika memadamkan api. Yakni akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran sampai ke lokasi. Karena itu juga, akhirnya Transjakarta Lebak Bulus a�� Senen pun ditutup. Pasalnya, beroperasinya bus Transjakarta juga menghambat proses pemadaman api.

Sementara itu, kondisi pasar yang hampir seluruhnya terbakar itu membuat beberapa pedagang kalang kabut. Mereka sudah tidak tahu lagi harus kemana. Sebab, sampai berita ini dibuat pun, tidak ada kepastian yang jelas dari pengelola pasar terkait dengan relokasi ataupun santunan.

Madani bahkan menyatakan, pihaknya belum menemui pihak pengelola Pasar Senen, yakni PT Pembangunan Jaya untuk membicarakan perihal lokasi sementara pedagang Pasar Senen Blok I dan II yang terbakar.

a��a��Belum, belum ada pertemuan apa-apa. Kami masih fokus pada upaya pemadaman api,a��a�� ujarnya.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta Subejo mengatakan, berdasarkan info yang diterima, api berawal dari lantai dasar dan merembet ke lantai dua melalui kabel atau pipa. a�?Infonya, lantai dasar sebagai sumber api tapi belum diketahui penyebab pasti,a�? ucap Subejo di lokasi kebakaran.

Subejo mengatakan selain lorong pasar yang sempit, banyaknya dagangan serta bahan mudah terbakar di lantai dua membuat api dengan cepat meluas. Kondisi itu praktis membuat petugas kewalahan menjinakan api yang mulai membesar sejak pukul 04.50 WIB itu.

a�?Karena banyak pakaian menyebabkan terjadi perambatan. Kebakaran di lantai dua cukup luas. Di semua sisi pasar sudah ada armada dan personel kami,a�? ucap Subejo.

Beberapa pedagang mengutarakan kesedihannya. Seperti yang diungkapkan Khodijah. Pedagang pakaian asal Padang itu menyatakan belum punya tujuan untuk membawa sisa barang jualannya yang masih sempat dia selamatkan dalam insiden tersebut.

a��a��Untuk sementara ini, paling di parkiran dulu saja,a��a�� ungkapnya sambil menutupi mulut dan hidungnya karena kepulan asap hitam.

Begitu juga yang diungkapkan Arman. Tak sempat menyelamatkan barang dagangan karena sedang tidak ada di toko, membuat dirinya hanya bisa pasrah dan menunggu adanya ganti rugi atau setidaknya bantuan. Menurutnya, kebakaran kali itu menjadi kejadian yang cukup memukul dirinya.

a��a��Saya padahal baru mulai usaha di sana. Tapi, ya. Mau bagaimana. Sudah terjadi,a��a�� keluhnya.

Andi, pedagang atribut partai politik tersebut nekat menyelamatkan barang dagangnya yang tersisa. Salah satunya yaitu kaos, bendera serta spanduk partai. Sekitar sebelas karung berhasil selamatkan.

“Namun banyak barang yang terbakar. sekitar 3.000 pcs kaos partai, dan atribut lainnya terbakar. Kerugian mencapai Rp 200 juta,” kata pemilik toko MCR Advertising tersebut.

Untuk sementara waktu, lanjut Andi, dirinya akan mencari kios lain di seputaran Pasar Senen. Dirinya tidak bisa meninggalkan Pasar Senen sebagai tempat lokasi mencari uangnya itu. Sebab, dirinya sudah banyak langganan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo menjelaskan kebakaran itu disebakan dari korseleting di lantai 3 Blok II. Diduga korsleting tersebut pada salah AC yang berada di lokasi tersebut.

“Tetapi itu dugaan sementara. Melihat dari peristiwa yang terjadi (kebakaran, Red)). Kami belum bisa memastikannya. Soalnya belum ada pemeriksaan secara menyeluruh,” paparnya.

Pantauan koran ini di lokasi kebakaran sampai malam kemarin masih adanya kepulan asap pekat, serta kobaran api masih menyelimuti Pasar Senen. Ratusan personel pemadam kebakaran terlihat kerap berjibaku memadamkan api. Penyemprotan terus menerus dilakukan. Selain memadamkan api, para petugas pun menyelamatkan barang-barang yang berada di lokasi tersebut.

Arus lalu lintas berada di simpang lima mengalami kemacetan panjang. Kemacetan terpantau menjalar sampai beberapa kilometer. Rekayasa lalu lintas dilakukan. Para pengendara dialihkan melintas menggunakan fly over dan under pass.

Bukan hanya pemilik kios yang terkena imbasnya. Tetapi juga beberapa lingkungan di sekitar pasar. Misalnya saja pemilik toko sisi kiri di sepanjang Jalan Kembang Sepatu, yang lokasinya tidak begitu jauh dari pasar.

Pemilik kios sengaja menutup tokonya karena asap kebakaran menggangu aktivitas usahanya. Begitu juga dengan beberapa kios yang berada di Blok III Pasar Senen. Mereka memilih untuk tutup karena khawatir, api juga akan berimbas ke tempat usahanya.

Tidak hanya itu, kepulan asap hitam yang menutupi kawasan pasar juga sempat menggangu area rel KRL yang juga lokasinya tak begitu jauh dari pasar. Namun, Kepala Humas PT KCJ Eva Chairunnisa menjelaskan, memang benar terjadi sedikit kendala di jarak pandang. Namun, itu tidak berlangsung lama. Hanya sekitar dua jam saja.

Terkait dengan perjalanan KRL, Eva menegaskan, tidak ada gangguan apapun. a��a��Masih aman,a��a�� tuturnya.

Kebakaran yang terjadi di Pasar Senen Blok I dan II itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, hanya ada satu pedagang saja yang pingsan karena kekurangan oksigen. Itu pun langsung bisa ditangani petugas PMI yang berjaga di lokasi. Untuk kerugian materil, masih belum bisa ditentukan. (kar/ian/dod/byu/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post