Lombok Post
Headline Sportivo

Tim Rekomendasi 40 Atlet dan 15 Pelatih

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI NTB Wibowo Budi Santoso/LOMBOK POST

MATARAM a�� Atlet yang akan masuk dalam pelatihan daerah (Pelatda) 2017 sudah diserahkan kepada KONI NTB. Tim talent scoating merekomendasikan 40 atlet dan 15 pelatih.

Namun jumlah tersebut baru sebatas usulan saja. Persetujuan itu tergantung Ketua KONI NTB Andy Hadianto.

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI NTB Wibowo Budi Santoso mengatakan, tim talent scoating sudah menentukan atlet yang akan masuk dalam Pelatda. Nama-namanya sudah diserahkan kepada Ketua KONI NTB. a�?Kita sudah verifikasi, sekarang tinggal menunggu keputusan saja,a�? kata Wibowo kepada Lombok Post, kemarin (19/1).

Dia menjelaskan, 13 cabor mengusulkan 65 atlet. Namun, berdasarkan kriteria penetapan tim verifikasi, akhirnya dikerucutkan menjadi 40 atlet dan 15 pelatih. a�?Kita verifikasi berdasarkan peluang yang dilihat dari prestasi dan kemampuan atlet kedepannya,a�? jelas dia.

Dari 13 cabor itu, sebagian besar cabor yang masuk dalam pelatda Sangiang, Rinjani, dan Tambora 2016 lalu. Yakni, cabor atletik, kempo, balap sepeda BMX, menembak, pencak silat, boxer (tarung derajat), tinju, taekwondo, karate, muay thai, panjat tebing, tenis lapangan, dan voli pantai.

Ketika ditanya nama-nama atlet maupun pelatih yang masuk Pelatda 2017, pria berbadang gempal itu enggan membeberkannya. a�?Nanti sajaA� sebut nama-namanya kalau ketua KONI sudah menyetujuinya,a�? ujarnya.

Sebelumnya KONI NTB sudah menargetkan kuota atlet sebanyak 35 orang. Namun, pengusulan cabor melebihi kuota yang sudah ditentukan. a�?Sekarang tergantung dari Ketua KONI apakah akan menetapkan berdasarkan kuota atau tidak,a�? pungkasnya.

Sementara, ketua KONI NTB Andy Hadianto mengaku belum menerima rekomendasi dari tim. Kemarin (19/1), dia masih sibuk rapat di luar kantor. a�?Mungkin masih di staf saya rekomendasi nama-nama atlet yang di sodorkan tim verifikasi itu,a�? kata Andy.

Dia menjelaskan, pihaknya akan mempelajariA�A�namaa��nama yang lolos verifikasi dengan melihat prestasi atlet selama kurun waktu satu tahun belakangan ini. Selain itu, dirinya akan melihat faktor umur. Misalkan atlet atletik, beberapa orang sudah berumur 26 dan 27 tahun. Nah, saat mereka ikut PON usianya sudah 30 tahun. a�?Itu akan menjadi pertimbangan apakah bisa dipertahankan atau tidak,a�? jelasnya.

Pelatda ini akan menggunakan sistem degradasi. KONI NTB akan menyusun beberapa program capaian latihan per bulan. Jika atlet dan pelatih tidak mencapai program latihan selama satu bulan maka akan didegradasi. a�?Untuk apa mempertahankan orang yang tidak serius untuk menjalankan pelatda,a�? tegas Andy.

Semua atlet akan digaji berdasarkan surat keputusan yang telah ditetapkan KONI nantinya. Ketika ditanya besaran gaji, Andy enggan membeberkannya. a�?Nanti saja. Saya saja belum menentukan berapa gaji yang akan diterima atlet,a�? ujarnya. (arl/r10)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost