Lombok Post
Selong

Warga Miskin Harus dapat Pelayanan Kesehatan

HEARING: Komisi II DPRD Lotim kemarin (19/1) saat berdiskusi dengan Dinas Kesehatan Lotim dan BPJS Kesehatan Cabang Selong di aulan Kantor DPRD Lotim. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– A�Komisi II DPRD Lombok Timur (Lotim) menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Lotim dan BPJS Kesehatan Selong kemarin (19/1). Materi yang dibahas antara lain banyaknya masyarakat miskin yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal serta tidak ditanggung pemerintah.

a�?Ada sejumlah persoalan terkait pelayanan kesehatan yang telah kami serap dari masyarakat. Yang paling menonjol masalah pelayanan BPJS Kesehatan. Banyak data yang tidak valid,a�? kata Ketua Komisi II DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman.

Dari informasi yang diterima, banyak masyarakat miskin yang lebih berhak menjadi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantua Iuran (PBI) tidak terakomodir. Sebaliknya, beberapa orang yang dinilai memiliki kemampuan ekonomi lebih menjadi peserta BPJS Kesehatan PBI. Ini disebabkan saat pendataan masyarakat miskin tidak dilakukan dengan baik

A�a�?Persoalan inilah yang kita ingin selesaikan bersama. Kita semua berharap masyarakat miskin harus bisa terlayani kesehatannya,a�? kata dia.

Untungnya, hal ini kini bisa diantisipasi dengan adanya program dari pusat. Dimana untuk mengantisipasi masyarakat miskin yang tidak terakomodir kepesertaan BPJS Kesehatan PBI, rencananya disediakan tambahan kuota sekitar 4.500 bagi masyarakat miskin.

A�a�?Sifatnya ini mengakomodir masyarakat yang memang benar-benar miskin untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,a�? kata Kepala DInas Kesehatan Lotim dr. H Asrul Sani.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga tengah berupaya melayani masyarakat selama 24 jam di Puskesmas. Untuk itu, mereka A�berencana menambah 30 orang dokter.

a�?Tahun lalu ada 20 dokter tenaga kontrak yang sudah kita rekrut. Untuk tahun ini ada tambahan 10,a�? kata dia.

Beberapa puskesmas yang belum bisa melayani 24 jam dijelaskan Asrul alasannya karena ada dokter yang belum mau menempati rumah dinas di Puskesmas. Untuk itu, tenaga kontrak yang direkrut nantinya akan diupayakan oleh Dinas Kesehatan untuk mau tinggal di rumah dinas.

a�?Kita akan perbaiki rumah dinasnya dan berikan fasilitas,a�? bebernya.

Saat ini ada 29 Puskesmas di Lotim. Rata-rata satu puskesmas memiliki dua orang dokter. Namun ada juga Puskesmas yang wilayah kerjanya cukup luasA� memiliki tiga orang dokter.

a�?Total saat ini ada 153 orang dokter yang ada di Lotim tersebar di rumah sakit pemerintah dan swasta dan fasilitas pelayanan kesehatan,a�? terang Asrul.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, M Farid menjelaskan saat ini BPJS Kesehatan menjalankan semua mekanisme yang ada sesuai aturan. a�?Kalau kami hanya melayani orang yang melayani kartu dan memang sesuai prosedur sesuai Permenkes,a�? kata dia.

Total peserta BPJS Kesehatan di wilayah Lotim saat ini mencapai 805.966 jiwa. Dimana peserta mandiri hanya mencapai sekitar 100.000 lebih. Sisanya merupakan peserta penerima bantuan iuran dari APBN dan APBD. (ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost