Lombok Post
Headline Metropolis

Lahan Terbatas, Hidroponik Solusinya

TAK KALAH KUALITAS: Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli saat memeriksa hasil pertanian kangkung dengan sistem tanam hidroponik, Senin (16/1). Humas For Lombok Post

MATARAM – Proses revisi perda RTRW memang belum selesai. Tapi dari gambaran yang disampaikan, lahan pertanian pemkot hanya akan tersisa sekitar 1800 hektare (ha), jika revisi seperti draf yang ada saat ini. Sesuai aturan, revisi ini mengharuskan lahan yang boleh dialihfungsikan harus di bawah 20 persen.

Tentu, jumlah ini sangat besar. Sudah pasti akan berdampak terhadap lahan pertanian Kota Mataram. Karena itulah, pemerintah berupaya melirik model pertanian alternatif. Salah satunya yakni dengan sistem tanam hidroponik.

a�?Ini tren yang sudah cukup lama. Cuma kalau kita lihat sekarang ini di kota dibutuhkan,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Ia yakin inilah waktu yang tepat mengembangkan pola tanam hidroponik. Apalagi, di tengah menyusutnya lahan pertanian. Terutama oleh kebutuhan daerah berkembang untuk melakukan pembangunan.

a�?Kita berharap dari hidroponik ini bisa mendorong lahirnga para agropreneur,a�? kata Mohan.

Peluang ini harus ditangkap dan dimanfaatkan betul masyarakat. Apalagi sistem tanam agroponik ternyata solusi ideal untuk mengatasi berbagai persoalan kesulitan harga sayur-mayur yang mudah terkena dampak inflasi. Di antaranya tomat, cabai dan berbagai tanaman sayur-mayur lainnya.

a�?Kita akan dorong dengan berbagai program yang sudah dialokasikan di Dinas Pertanian di tahun ini,a�? terangnya.

Mohan berharap, program ini bisa fokus dikerjakan pada sentra kegiatan di perkotaan. Ini untuk mempermudah proses manajemen dan merketing. Disamping itu juga bisa dijadikan sebagai pusat wisata hidroponik perkotaan dan edukasi.

a�?Sudah ada teman-teman yang cukup ekspert di bidang itu, saya fikir mereka bisa jadi pionir program hidroponik ini,a�? tandasnya.

H Masbuhin, salah satu agropreneur di Kota Mataram mengatakan, berharap langkahnya bisa ditiru banyak pihak. Terutama untuk mengatasi kebutuhan pangan khususnya sayur-mayur di perkotaan. Lebih jauh, Masbuhin mengatakan, tanaman hidroponik sangat fleksibel. Tidak membutuhkan lahan yang luas. Syaratnya hanya harus bisa terkena sinar matahari. Sebagai pendukung proses fotosintesis tanaman. Sehingga bisa tumbuh subur.

a�?Bisa di pekarangan, atas perumahan warga, intinya ada sinar matahari,a�? terangnya.

Ia sendiri memiliki keyakinan yang kuat, tanaman model hidroponik sebentar lagi akan tren di kota. Masyarakat hanya perlu diberi pelatihan dan pemahaman tentang tanaman hidroponik. Dengan sendirinya, jika sudah melihat manfaat dan hasilnya, secara kolektif bisa menanam dengan cara ini.

a�?Kita sudah mencoba dan hasilnya terbukti,a�? yakinnya.

Kepala Dinas Pertanian H Mutawalli juga menyampaikan dorongan serupa. Program tanam hidropoik juga dikatakannya akan menjadi program yang akan digenjot tahun ini. sehingga, alih fungsi lahan yang sudah cukup besar terjadi di kota, bisa diimbangi dengan penghijauan di pekarangan rumah warga.

a�?Ini memang akan jadi salah satu solusi atasi kekurangan lahan ini,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost