Lombok Post
Metropolis

Nasib TPA Sudah Final!

PANAS TERIK: Sejumlah orang tengah memilah-milah sampah di TPA Kebon Kongoq, Kamis (19/1) kemarin. Lalu.Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Perseteruan antara beberapa anggota DPRD Lombok Barat dengan DPRD Kota Mataram terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq ditanggapi santai Pemerintah Kota Mataram. Mereka yakin persoalan TPA sudah final. Yakni menjadikan TPA tersebut menjadi TPA regional.

a�?Kita harus jadikan itu TPA regional,a�? kata Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito.

Tidak ada tawaran lain. Sebab hal inilah yang sudah disepakati antara Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram dan Lombok Barat. Pihaknya, tidak ingin pusing dan terlibat dalam perdebatan panjang soal makna di balik berakhirnya kerja sama pengelolaan TPA pertanggal 3 Januari 2016 lalu.

a�?Saat ini justru yang kami fikirkan adalah bagaimana menyiapkan tempat pengolahan sampah baik untuk sekala kecil dan menengah. Sehingga yang dibuang ke TPA regional nanti jumlahnya sudah banyak menyusut,a�? terangnya.

Opsi untuk menyiapkan pengolahan sampah tingkat kecil dan menengah tengah diupayakan. Di antaranya, dengan kembali mengangkat program pembuatan tungku sampah, daur ulang sampah hingga opsi menjadikan sampah menjadi energi listrik.

a�?Itu kan ada investor dari Korea. Rencananya senin (23/1) besok mereka mau datang lagi dan menemui pak wali untuk menindak lanjuti rencana itu,a�? terangnya.

Untuk rencana ini memang perlu disiapkan lahan. Karena itu, pemkot tengah mencarikan tempat yang tepat untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Kabarnya juga ada beberapa perusahaan yang sudah siap membeli listrik ini jika proyek sudah berjalan. Salah satunya yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN).

a�?Saya tegaskan, tidak ada hubungannya berakhirnya kerja sama pengelolaan TPA Kebon Kongoq lalu TPA itu ditutup,a�? tegasnya.

Kerja sama yang dimaksud, lanjut Eko, hanya berisi kesepahaman untuk pengelolaan sampah. Seperti diketahui, lahan TPA Kebon Kongoq adalah milik Pemkot Mataram. Tetapi karena posisinya berada di kawasan Lobar, maka kompensasinya Pemkab Lobar juga bisa ikut membuang sampah di sana.

a�?Nggak ada hubungannya, kita boleh atau tidak, tetap kita buang di situ,a�? tegasnya.

Eko justru menilai pesoalan ini sulit dipolitisir sejumlah pihak. Karena, Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar sudah komitmen menjadikan TPA Kebon Kongoq sebagai TPA regional. Karena itu, tahapan yang harus ditempuh kedua belah pihak adalah bagaimana agar TPA regional ini segera terwujud.

a�?Prinsipnya, pemerintah segera memperpanjang kerja sama pengelolaan itu,a�? tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Kota Mataram menyayangkan statemen yang dilontarkan kalangan DPRD Lombok Barat terkait persoalan TPA Kebon Kongok. Jika tak mengedepankan pemikiran jernih untuk penyelesaian masalah, boleh jadi persoalan izin yang sudah berakhir jadi makin runyam.

“Lebih elok kalau tak bicara seperti itu,a�? kata anggota DPRD Kota Mataram Fuad Bamasaq.

Politisi PDIP tersebut mengatakan, setiap wakil rakyat bisa saja berkomentar memberikan pendapat dan pandangan. a�?Tapi jangan saling klaim kebenaran, mari jaga kondusivitas,a�? ajaknya.

Pernyataan Fuad berawal dari statemen Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis yang tegas meminta Satpol PP Lobar menghadang truk sampah Pemkot Mataram. a�?Pemda Lobar kok mau dibuangi sampah, ini pelecehan buat Lobar,a�? ujarnya waktu itu. (zad/r3)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost