Lombok Post
Headline Sumbawa

16 Tahun untuk Otak Pembunuh Agus

REKA ULANG : Terdakwa Pian alias Pebo (kiri), saat memperagakan penganiayaan terhadap korban Agus Widodo dalam rekonstruksi yang dilakukan di halaman Mapolres Sumbawa beberapa waktu lalu.RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA– Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa menjatuhkan hukuman terhadap dua terdakwa dalam kasus pembunuhan Agus Widodo, yakni Pian Ade Kaputra alias Pebo dan M Zain alias Barat selama 16 tahun penjara. Sementara itu, tiga terdakwa lainnya, yakni Syahril alias Peco, Khairuddin alias Rodes dan Uhud Muslim alias Uhud divonis tujuh tahun penjara. Putusan yang dibacakan kemarin ini, lebih ringan setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Humas PN Sumbawa Reza Tyrama mengatakan, pembacaan vonis oleh majelis hakim terhadap lima terdakwa dilakukan secara terpisah. Mengingat, berkas perkara para terdakwa ini juga dipisah. ”Untuk terdakwa Pebo dan Barat dijadikan satu berkas. Sementara tiga terdakwa lain, displit menjadi tiga berkas,” ujar pria yang juga Ketua Majelis Hakim kasus tersebut kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group).

Reza memaparkan, Pebo dan Barat dijadikan satu berkas karena mereka merupakan otak dari kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Agus Widodo. Sementara tiga orang terdakwa lainnya, hanya berperan untuk menggiring korban ke lokasi di simpangan PLN.

Diungkapkan, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, kasus ini merupakan pembunuhan berencana. Sebab, menurut fakta, ada perencanaan yang dilakukan oleh para pelaku. Sebelumnya, ada pertemuan yang dilakukan oleh para pelaku di warung milik Barat. Saat itulah Barat menceritakan kekesalannya terhadap korban. Akhirnya, muncullah rencana yang mengakibatkan tewasnya korban.

Putusan yang dijatuhkan terhadap para terdakwa, lanjut Reza, lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU. Sebab, perkara yang melibatkan mereka ini tergolong sadis dan berat. Atas putusan ini, para terdakwa masih menyatakan pikir-pikir. Karenanya, diberikan waktu selama tujuh haru bagi terdakwa dan JPU untuk menyatakan sikap. (run/r4)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost