Lombok Post
Selong

Jembatan Nyaris Ambruk, Siswa Lewati Jalur Bahaya

BERBAHAYA: Sejumlah pelajar menyeberangi jembatan yang hampir roboh akibat derasnya arus sungai di Desa Perigi kemarin (23/1). TONI/LOMBOK POST

Seminggu sudah jembatan yang ada di Desa Perigi Kecamatan Suela ambruk. Kerusakan akses yang menghubungkan tiga desa ini membuat warga resah.

***

SEJUMLAH pelajar nampak saling berpegangan tangan. Perlahan mereka memberanikan diri turun melintasi jembatan. Setelah masuk badan A�jembatan yang sudah tidak rata, anak-anak sekolah ini bergegas lari berhamburan menuju ujung jembatan lainnya. Mulai dari pelajar SD, SMP hingga SMA nekat memanfaatkan jembatan yang sudah rusak ini.

“Sebenarnya ini kemarin sudah dikasih pembatas agar tidak dilewati. Karena kami sangat khawatir ketika anak-anak melintasi jembatannya roboh dan anak-anak terjepit atau terperosok ke sungai,” kata Kepala Desa Perigi Darmawan kepada Lombok Post.

Jembatan yang ada di Dusun Aiq Beta Desa Perigi telah roboh sejak Selasa 17 Januari 2017 lalu. Itu disebabkan guyuran hujan yang sangat lebat sejak siang hingga maghrib membuat arus di sungai mengalir cukup deras. Akibatnya tiang penyangga jembatan yang berada di tengah-tengah oleng.

Jembatan pun ikut terbelah di tengah-tengah setelah tiang penyangganya amblas. Beruntung jembatan tidak rusak sepenuhnya karena masih tertopang oleh tiangnya meski dalam keadaan miring. Dari pantauan Lombok Post kemarin (23/1) kondisi pondasinya nampak terkikis. Hal ini membuat jembatan nyaris ambruk. Meski demikian para penyeberang tetap nekat menggunakan jembatan ini.

“Soalnya nggak ada jalan lain ke sekolah. Makanya tetap lewatin jalan ini. Takut sih sebenarnya, makanya tadi cepet-cepet lari,” tutur Aini salah seorang pelajar MTs NW Perigi.

Senada dengan Aini, Khusnul Khatimah pelajar SMA di Desa tersebut juga mengaku kalau jembatan itu adalah satu-satunya akses jalan menuju rumahnya. Sehingga meski ia merasa takut melewati, ia tetap memberanikan diri. “Mau gimana lagi. Kalau memang masih bisa dilewati, ya terpaksa lewat sini,” cetusnya.

Sementara sejumlah bocah SD nampak tak merasa ketakutan sedikitpun melewati jembatan yang dinilai berbahaya ini. Mereka malah terlihat menyeberangi jembatan yang rusak sambil tertawa bersama teman-temannya.

Tak hanya bagi para pelajar, sejumlah warga juga tetap nekat menyeberangi jembatan ini. Bahkan, mereka menyeberang dengan menggunakan kendaraannya seperti sepeda motor.

“Kalau suami saya sama motornya masih berani. Tapi kalau saya lebih baik turun kalau mau menyeberang,” tutur Rohaini.

Akses jalan ini dikatakan merupakan penghubung antara Desa Puncak Jeringo, Desa Perigi dan Desa Labuhan Lombok. Sehingga sejak rusaknya jembatan ini, Aini menuturkan dampaknya terhadap aktivitas warga sangat terasa. “Saya kan usaha jagung. Kita kesusahan angkut jagung yang akan dijual ke pasar atau dibawa keluar dari desa,” ungkapnya.

Kerusakan jembatan ini dari penuturan Kades sebenarnya telah dilaporkan ke Dinas PU dan BPBD Lotim. Hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan diperbaiki. “Sudah kami laporkan itu. Bahkan kerusakan cekdamnya juga telah kami informasikan. Tapi masih belum kami dapat informasi kapan akan diperbaiki,” ujar Darmawan.

Kini, ia berharap keberadaan jembatan yang roboh di Desa Perigi segera diperbaiki. Agar aktivitas ekonomi dan akses mobilitas masyarakat di Desanya dan dua desa lainnya tidak terganggu. (HAMDANI WATHONI/r2)

Berita Lainnya

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost

RT BERIMAN Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas

Redaksi LombokPost

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost