Lombok Post
Kriminal

Korupsi IT Tersangka Baru Segera Diadili

TIDAK DITAHAN: Tersangka kasus korupsi IT Lombok Barat Bangkit Sanjaya (kanan depan) saat menjalani pelimpahan tahap II di Kejari Mataram, kemarin (24/1). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kasus korupsi pengadaan peralataan teknologi informasi (IT) di Lombok Barat (Lobar) menyeret tersangka baru. Setelah menyeret A�Ahmad Solihan dan Mujnah, kini giliran Bangkit Sanjaya yang akan diadili pada kasus yang sama.

Juru bicara Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Dedi Irawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

a�?Sudah kita limpahkan tadi (kemarin, Red),a�? kata Dedi, kemarin (24/1).

Kata Dedi, penetapan Bangkit Sanjaya sebagai tersangka, merupakan hasil pengembangan jaksa dari persidangan. Dalam persidangan kasus korupsi IT Lobar, hakim telah memvonis dua terpidana, yakni Solihan dan Mujnah selaku rekanan.

a�?Pengembangan dari fakta persidangan,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Mataram Andritama membenarkan telah menerima pelimpahan tahap II dari jaksa penyidik Kejati NTB. a�?Sudah kita terima, atas nama Bangkit Sanjaya,a�? kata dia.

Pada kasus ini, lanjut Andritama, tersangka berperan sebagai sub pengadaan pada proyek IT Lombok Barat. Hanya saja, saat disinggung terkait fakta persidangan yang menyeret tersangka, dia mengaku tidak tahu persis. Sebab kasus yang menyeret tersangka merupakan kasus lama.

a�?Yang pasti ini sudah cukup dua alat bukti. Kedua tersangka sebelumnya juga putusannya sudah inkrah,a�? jelas dia.

Ketika dikonfirmasi apakah tersangka akan ditahan atau tidak, Andritama mengatakan Bangkit Sanjaya tidak akan ditahan. Dia juga tidak merisaukan apakah tersangka mendapat perlakuan istimewa dengan tidak ditahan. Sebab, jaksa memiliki beberapa pertimbangan untuk memutuskan yang bersangkutan tidak ditahan.

a�?Tersangka kooperatif, dari tahap penyelidikan hingga penyidikan selalu memenuhi panggilan jaksa. Pertimbangan lainnya, uang kerugian negara seluruhnya telah dikembalikan,a�? ujarnya.

Sedikit mengulas, proyek IT itu digelontorkan untuk instansi di Pemda Lombok Barat, pada 2010 lalu dengan nilai Rp 629,8 juta. Di proyek tersebut, Ahmad Solihan sendiri berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sebelumnya tahun A�2015 lalu kasus ini telah menyeret Solihan dan Mujnah ke pengadilan. Mereka berdua dinyatakan bersalah setelah ditemukan kerugian negara dalam pengadaan perangkat IT itu senilai Rp 100 juta lebih menurut hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (dit/r2)

Berita Lainnya

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost