Lombok Post
Metropolis

Awas, Ada “Polisi” Taman

PANTAU KEAMANAN: Seorang Satgas Pertamanan tengah memantau keamananan Taman Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (24/1). Ivan/Lombok Post

MATARAM – Sudah berulang kali laporan, terkait perusakan bunga dan lampu taman masuk ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Mataram yang membawahi langsung persoalan taman. Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu pun pelaku yang berasil di tangkap.

a�?Sudah ada laporannya, tetapi belum ada yang berhasil tertangkap,a�? Kata Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) DPKP Kota Mataram Nanang Edward.

Parahnya, aksi perusakan ini cukup masif.A� Hampir semua taman pernah dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari bunga-bunga, lampu taman hingga kabel tak luput digrogoti.

Pada kasus, lampu taman misalnya. Nanang mengaku rugi puluhan juta. a�?Kalau pengadaannya lampu neon bok itu sampai Rp 125 juta,a�? terangnya.

Persoalan ini memang diperumit dengan jumlah satgas yang mengawasi taman masih sedikit. Saat ini hanya ada 24 orang satgas. Mereka bekerja secara shift untuk pagi dan sore hari.

Tetapi pelaku rupanya kerap mengajak satgas kucing-kucingan. Sehingga ketika petugas pergi, mereka bisa merusak, mengambil lampu, hingga mencabut bunga-bunga yang bagus.

a�?Sekarang lihat di Udayana. Sudah tidak ada lagi bunga-bunga yang bagus. Mereka seperti pasukan Batman cabut tanamannya di atas jam 3 malam, setelah satgas pulang,a�? tuturnya.

Karena itu, dalam waktu dekat DPKP berencana membentuk tim pengamanan baru. Disebut “Polisi” Taman.

Polisi taman ini nantinya akan ditugaskan di semua kawasan RTH di Kota Mataram. Terutama taman. Sehingga tugas dari Satgas, bisa mobile untuk mengawasi median jalan yang tak luput juga menjadi sasaran oknum perusak.

a�?Saya berharapnya bisa langsung ada 50 yang bertugas sebagai polisi taman,a�? ungkapnya.

Disamping mengawasi tanaman dan lampu, polisi taman juga berperan mengawasi tindak asusila yang kabarnya kerap dilakukan di taman-taman kota. Mereka biasanya memanfaatkan tempat-tempat yang terlindung untuk melancarkan aksi bejatnya.

a�?Mereka nanti standby di lokasi. Memantau keamanan dan kenyamanan taman,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost