Lombok Post
Giri Menang

Dewan Nilai Bapenda Lamban

NUANGGAK PAJAK: Plang dipasang Pemkab Lobar saat melakukan penyegel Hotel Santosa, belum lama ini. Sejauh ini aset Hotel Santosa yang dilelang Pemkab di KNPL Mataram belum ada kejelasan. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANG – Aset milik Hotel Santosa yang dilelang Pemkab Lobar melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) saat ini belum ada kejelasan.

Aset berupa tempat parkir dan lapangan tenis yang disita Bapenda A�Lobar Desember tahun lalu itu, belum diketahui kabar pasti, apakah sudah laku ataupun sudah ada yang menawar.

Untuk menanyakan kejelasan lelang tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar pun kembali bersurat ke KPKNL Mataram guna mempertanyakan sejauh mana proses pelelangan berlansung.

Kepala Bapenda A�Lobar Hj Lale Prayatni mengakui belum ada jawaban terkait surat yang dikirim itu. A�”Pekan kemarin sudah saya tandatangan untuk bersurat lagi ke KNPKL Mataram. Namun sampai saat ini belum ada jawaban,a�? ungkapnya.

Sebelum bersurat, Lale juga sudah meminta Kabid Penagihan langsung menemui pihak KPKNL Mataram. Mempertanyakan sejauh mana proses lelang tersebut.

Jawaban pihak KPKNL Mataram, kata Lale, bahwa proses lelang aset belum bisa diproses. Karena pihak KPKNL masih perlu mengkaji segala sisi aturan. Sebab baru pertama kali melakukan lelang aset hasil sitaan. Mereka pun perlu melakukan konsultasi ke pusat.

“Sekarang, bolanya ada di KPKNL. Mereka juga hati-hati karena baru pertama kali melelang aset hasil penyitaan,a�? jelasnya.

Kini, pihaknya hanya tinggal menunggu hasil pelelangan tersebut. Hasil pembayaran dari lelang itu nanti akan langsung masuk ke Kasda. Mengenai waktu proses lelang tuntas, Lale tidak bisa menjadwalkan. Menurutnya, proses lelang sepenuhnya dilakukan KPKNL Mataram.

Sementara itu, ia mengakui beberapa waktu lalu ada surat dari pihak Santosa masuk ke Bapenda. Dalam surat tersebut pihak Santosa meminta agar plang penyitaan tersebut dicabut dengan alasan mereka sudah membayar Rp 1,5 miliar akhir Desember lalu.

“Itu plang tidak boleh dicabut. Kalau dicabut nanti kita dikira main mata,a�? tegasnya.

Lambannya proses lelang aset Hotel Santosa itu mendapat atensi dari kalangan DPRD Lobar. Wakil Ketua III DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan proses lelang tersebut lamban. Karena itu, ia meminta dinas terkait terus mengkawal.

“Kalau itu disita, harus diurus untuk segera dilelang. Jelas ni harus ada intervensi dari Pemda,a�? kritiknya.

Jangan sampai proses tersebut berlarut-larut dan berlangsung lama. Karena itu, lanjut Sulhan dibutuhkan gerakan terpadu. Instansi terkait tidak harus lepas tangan dan harus ada intervensi.

“Jangan hanya Pak Bupati saja yang punya semangat. Tapi tidak di back up oleh bawahannya. Kan nggak mungkin Pak Bupati turun tangan mengurus hal-hal seperti ini,a�? tukasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost