Lombok Post
Metropolis

Penataan Destinasi Wisata Abaikan Aturan

Kepala Dinas Perumahan Permukiman NTBI Gusti Baguas Sugiartha SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Provinsi NTB memiliki banyak destinasi wisata di masing-masing kabupaten/kota yang bisa dikelola untuk menarik para wisatwan. Tapi pengelolaannya belum bisa maksimal seperti diharapkan. a�?Kita, jujur saya katakan masih lemah dalam perencanaan deliniasi (pemetaan) kawasan,a�? kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB I Gusti Bagus Sugiartha dalam rapat kerja Dinas Pariwisata, di Lombok Raya, kemarin (24/1).

Untuk itu, diperlukan langkah-langkah penanganan mulai dari perencanaan awal. Agar penataan destinasi wisata menjadi lebih baik dan terpadu. Saat ini pola penanganan yang dilakukan masih tergantung pada pendanaan, fungsi dan peruntukkannya. a�?Tapi kita belum bisa memadu serasikan kegitan kita sesuai dengan peruntukan ruangnya,a�? kata Sugiartha.

Ia berharap, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota membenahi hal ini. Mulai dari menentukan batasan deliniasi kawasan wisata, kemudian didesain peruntukannya agar bisa menarik para wisatan untuk datang berkunjung.

a�?Karena saat ini banyak penataan wisata yang tidak mengacu pada tata ruang yang ada di lokasi tersebut,a�? katanya.

Ia menambahkan, dalam menyusun tata ruang destinasi, maka harus diperhatikan tiga hal yakni, kondisi masyarakat, kondisi ekonomi dan lingkungan itu sendiri. Dalam konteks ini, penanganan penataan yang dimaksud sifatnya harus berkelanjutan. Sehingga di dalam konsep perencanaan penataan lingkungan destinasi wisata ini sudah mengacu pada perencanaan awal.

Menurutnya, untuk membuat perencanaan lokasi tata bangunan tidak perlu menghabiskan biaya besar, yang penting peruntukkan ruangnya jelas. Dalam hal ini, ia berharap penataan lingkungan destinasi ini juga didukung instansi lain.

Sebab pariwisata ini adalah hilir, keberhasilannya sangat bergantung pada bidang lain di hulu. Hampir semua sektor berkontribusi terhadap pariwisata. Untuk itu diharapkan dinas pariwisata di masing-masing kabupaten kota membuat maping terhadap kebutuhan kegiatan penataan, sehingga jelas dinas mana saja yang bisa membantu. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost