Lombok Post
Kriminal

Lagi, Tiga Warga Tiongkok Diperiksa

MATARAM – Kantor Imigrasi Mataram terus berupaya menindak Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar aturan. Setelah 17 WNA asal Tiongkok dan Timor Leste diberikan sanksi berupa deportasi, kini sedikitnya tiga WNA asal Tiongkok lainnya menanti giliran.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Romi Yudianto mengatakan, WNA Tiongkok tersebut diketahui tengah mengontrak rumah di kawasan Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

a�?Iya kita dapatkan di sana,a�? kata Romi, kemarin (25/1).

Yang membuat petugas Imigrasi mengklarifikasi mereka adalah, ketiganya tengah berlibur di Lombok. Namun, dalam liburannya ini mereka malah mengontrak sebuah rumah, dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni satu tahun.

a�?Artinya begini, kalau memang berwisata, kenapa ngontrak rumah, ada apa?,a�? kata Romi.

Menurut Romi, apa yang dilakukan ketiganya tentu akan merugikan daerah. Wisatawan asing yang melancong ke Lombok, seharusnya menginap di hotel atau villa, namun hanya mengontrak satu rumah. Ini membuat mereka bisa datang berkali-kali tanpa mengeluarkan biaya sewa untuk penginapan lagi.

Ini terbukti dari penelusuran tim Imigrasi. Mereka bertiga rupanya sering bolak-balik Lombok. Di mana rumah yang sekarang tengah ditempati, telah disewa sejak Oktober tahun lalu. a�?Jadi sekarang aktivitas mereka itu yang masih kita selidiki, kenapa harus mengontrak rumah dengan jangka waktu lama, rugi daerah kalau begini,a�? ujarnya.

Lebih lanjut, kata Romi, dalam klarifikasi yang dilakukan Imigrasi Mataram, ketiganya masih mengaku tengah melakukan liburan di Lombok. Sementara rumah yang mereka kontrak, agar ketiganya tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk penginapan, jika datang berlibur ke Lombok. a�?Mereka ke sini mau liburan Imlek,a�? tambah dia.

Terlepas dari itu, apa yang dilakukan tiga WNA Tiongkok ini tidak akan ketahuan tanpa peran masyarakat. Karena itu, Romi meminta masyarakat yang melihat aktivitas orang asing di lingkungan, agar melapor ke aparat terdekat.

Nantinya, laporan tersebut dapat diteruskan ke intansi terkait untuk ditindaklanjuti. Jika tidak seperti itu, Romi khawatir WNA yang tidak terpantau, berpotensi melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.

a�?Masyarakat harus waspada, tujuan orang asing yang mengontrak rumah kita itu apa, tanya kegiatanya mereka. Jika ketahuan petugas imigrasi dan terbukti WNA tersebut melanggar, pemberi penginapan bisa juga kena sanksi,a�? tegasnya.

12 TKA Tiongkok Dideportasi

Sementara itu, terkait 12 tenaga kerja asing asal Tiongkok, yang bekerja di proyek pengerukan Pelabuhan Labuan Haji, Lombok Timur, telah dipulangkan ke negaranya. Mereka dipulangkan dalam dua kloter, sejak Senin (23/1).

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Romi Yudianto mengatakan, 12 TKA dipulangkan melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta dan Bandara Ngurah Rai di Bali. Untuk pemulangan melalui Bali, dilakukan kemarin.

a�?Sudah dipulangkan,a�? kata Romi.

Terhadap 12 TKA tersebut, Romi mengaku, masih memberikan peluang mereka untuk kembali. Jika segala dokumen keimigrasian untuk bekerja di Lombok, telah lengkap.

a�?Bisa saja masuk lagi, tapi kita lihat dulu lengkap atau tidak dokumen mereka nantinya,a�? tandasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost