Metropolis

“Badai” Terpa Alfamart

MATARAM – Badai masalah menerpa toko modern Alfamart. Sebuah video beredar secara berantai dan diterima Lombok Post, kemarin (25/1).

Video itu berisikan tentang kekesalan konsumen, karena harga yang tercantum di rak barang ternyata berbeda dengan harga di kasir.

Konsumen (identitas dirahasiakan) tersebut, lalu merekam kejadian itu, dalam sebuah video sepanjang 1 menit 5 detik. Di video terlihat konsumen hedak membeli minyak goreng bermerk di toko modern Alfamart Jalan Majapahit Kota Mataram, baratnya Lombok Epicentrum Mall.

Minyak goreng itu di label harga tertera Rp 14 ribu. Tetapi saat hendak membayar ke kasir, ternyata harga berubah. Naik menjadi Rp 14.700.

Terdengar dari percakapan, konsumen sempat menegur karyawan di toko tersebut.

a�?Mas nggak boleh gitu, kalian jualan bohong. Bukan masalah (kelebihan bayar) uang Rp 700 apa,a�? kata konsumen berusaha mengingatkan.

Mendengar protes itu, tiga karyawan toko kemudian menjelaskan jika terkait perubahan harga sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen. Sementara, mereka hanya bertugas untuk mencetak struk harga. Selebihnya mereka tidak paham apapun.

Sang karyawan lantas meminta konsumen untuk menanyakan langsung pada manajemen. “Kalau harganya bukan kita yang ngatur, dari kantor,a�? kata tiga karyawan toko itu, kompak.

a�?Kalau kita ndak tahu apa-apa. Cuma nyetak harga. Kalau soal harga, perubahan atau apa (semua kantor),a�? tegasnya lagi.

Terkait kejadian itu, Lombok Post kemudian berusaha mengkonfirmasi pada pihak Alfamart.A�General Manager (PT) PT Sumber Alfaria Trijaya Nurachman menjelaskan, percakapan antara konsumen dan karyawannya dalam video itu, murni miskomunikasi. Perbedaan harga di rak dan kasir memang kerap terjadi. Seiring dengan penyesuaian harga yang dilakukan kantor pusat.

Tetapi dalam kasus kelalaian harga yang dilakukan karyawan toko, sehingga konsumen menganggap harga di rak toko yang benar, maka harga itu berhak didapatkan. a�?Jadi tetap itu jadi tanggung jawab kami. Maka konsumen berhak mendapatkan harga termurah,a�? kata Nurachman.

Perubahan-perubahan harga yang ditetapkan kantor pusat, harus diikuti secara nasional. Fluktuatif harga murni karena dorongan pasar.

Ia menampik, jika dibalik penyesuaian harga itu, ada kepentingan manajemen untuk menambah keuntungan pribadi. “Ketika di set ke harga toko (di rak) itu kan pekerjaan manual,a�? terangnya.

Nah di sinilah mis yang di maksud. Jadi ia tegaskan lagi, ini bukan penipuan atau upaya untuk membohongi konsumen.

Pada kasus ini, ia mengakui ini akan jadi evaluasi bagi manajemen untuk pelayanan lebih baik ke depannya. a�?Jadi mohon jangan diartikan negatif,a�? pintanya.

Di tempat yang sama, M Faruk Asrori, Regional Manager Corporate Comunication PT SAT, bisa memahami kekesalan konsumen hingga memvideokan perdebatannya dengan anak toko. Ia pun sempat meminta, jika dibolehkan menemui konsumen. Pihaknya berniat meminta maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan.

a�?Ya kalau boleh kami ingin memenemui konsumen, kami mau sampaikan minta maaf. Semoga ini tidak terjadi lagi dan jadi bahan evaluasi kami,a�? tambah Faruk.

Terpisah, Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan NTB Haryono, tegas mengingatkan agar para pedagang tetap memperhatikan hak-hak konsumen. Apabila terjadi perubahan harga, perusahaan wajib memberitahukan pada konsumen. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

a�?Saya mendorong kalau memang konsumen merasa dirugikan, sesuai prosedur lapor pada kami untuk ditindak lanjuti,a�? kata Haryono.

Pihaknya siap mendata dan menyelesaikan persoalan sengketa yang terjadi antara dua belah pihak. Sampai ada titik temu yang tidak meberatkan pihak manapun.

Namun tetap, lanjut Haryono, kepentingan konsumen harus dilindungi, sesuai dengan hak-haknya yang telah diatur. a�?Jika laporannya masuk, kami akan teruskan pada BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) Kota Mataram,a�? terangnya.

Kasus serupa juga diakui Haryono kerap masuk laporan ke pihaknya. Karena itu, ke depan ia berencana untuk melakukan pengawasan terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Lalu turun ke lapangan. Memastikan tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan dari kelengahan konsumen. a�?Timnya tengah kami konsep SK gubernurnya,a�? ujarnya. (zad/r5)

Related posts

Motor Sampah Sukses 90 Persen

Redaksi Lombok Post

Rayakan Harkitnas dengan Teater

Redaksi Lombok post

Buang Sampah Sembarangan, Bayar Denda Rp 50 Juta, Anda Masih Berani?

Redaksi Lombok post