Lombok Post
Selong

Keseruan Balap Cikar ala Warga Masbagik

ADU CEPAT: Suasana balap becak cikar di jalan belakang Pasar Masbagik, Lombok Timur kemarin (25/1). TONI/LOMBOK POST

Harus ada generasi yang peduli melestarikan tradisi. Jika tidak, maka tradisi baik itu akan punah dengan sendirinya. Menyadari hal itu, masyarakat Masbagik, Lombok Timur menggelar lomba balap becak cikar (Cidomo) A�yang diyakini sebagai bagian dari warisan nenek moyang mereka.

***

Sejak pukul 09.00 Wita kemarin (25/1) jalan yang ada di belakang pasar Masabagik terlihat ramai. Jauh lebih ramai dari biasanya. A�Sejumlah petugas kepolisian hingga TNI berjaga mengamankan jalan raya. Jalur ini untuk sementara dikosongkan karena ada lomba balap cikar yang digelar oleh warga setempat.

A�a�?Ini adalah salah satu lomba yang bertujuan untuk menarik minat wisatawan datang ke Lotim. Tapi ini juga cara kami mempertahankan tradisi nenek moyang kami,a�? kata Mustakim, salah seorang panitia.

Jika pacuan kuda tanpa cikar (kereta), tradisi tersebut dikatakan sebagai tradisi warga Pulau Sumbawa. Namun, di Pulau Lombok tradisinya adalah balap kuda lengkap dengan kereta roda duanya.

Sejumlah peserta nampak sibuk mengurusi masing-masing kudanya. Ada yang terlihat membuka tapal, ada juga yang sibuk memijat kuda agar siap A�berlari kencang mengalahkan kuda lainnya.

a�?Kalau mau balap memang nggak pakai sepatu (tapal, Red),a�? cetus Sapar, salah seorang peserta asal Sakra.

Sapar, mengaku sudah sering ikut lomba balap A�cikar ini. Kali ini ia tertarik untuk ikut karena tergiur hadiah bagi para juara. Maklum, total hadiah Rp 24 juta telah disiapkan panitian bagi para pemenang.

a�?Ini bahkan kudanya saya datangkan dari Cakra,a�? tutur pria ini.

Jika sejumlah peserta mengaku harus memeberikan jampi-jampi (mantra, Red) pada kuda dan cikarnya, Sapar mengaku hal tersebut tidak ia lakukan. Menurutnya ini hanya sebuah tradisi balap biasa yang membutuhkan ketangguhan kuda yang menarik pedati serta kepiawaian kusirnya mengendalikan kuda.

a�?Nggak perlu jampi-jampi kalau saya mas. Yakin nanti bisa menang,a�? ujar pria ini optimis.

Lawan Sapar disinyalir adalah kuda yang didatangkan dari Sumbawa. Haya, pengemudi atau kusirnya adalah warga Lotim.

A�a�?Lawannya ini kuda dari Sumbawa,a�? tutur Amri, salah seorang penonton.

Para peserta Lomba bersama kudanya bersiap-siap mengambil ancang-ancang ketika sudah berada di garis start. Dipapah oleh puluhan orang, tak perlu hitungan waktu untuk mereka langsung berlari. Perlombaan langsung dimulai ketika kuda sudah menunjukkan gelagat untuk siap berlari kencang.

Dengan kecepatan luar biasa, kuda bersama para kusir ditemani satu orang lainnya di atas cikar ini disambut riuh para penonton yang hadir. Kuda dan kusir ini berpacu ibarat koboi tanpa topi. A�Benar saja, sesumbar Sapar terbukti. Kusir asal asal Sakra akhirnya keluar sebagai pemenang dengan jarak hanya satu meter dari lawannya. Otomatis, ia pun akan berlanjut menuju babak berikutnya.

a�?Untuk hari ini (kemarin, Red) ada 15 orang peserta yang berlomba. Total ada 35 peserta dengan menggunakan sistem gugur. Lombanya akan dilanjutkan Sabtu (28/1) mendatang sekaligus pemberian hadiah bagi mereka yang juara,a�? ungkap Mustakim. (HAMDANI WATHONI, Selong /r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost