Lombok Post
Politika

Reposisi Bikin Kader PKB Panas Dingin

pengamat politik Ahyar Fadli, kemarin (25/1). Dok/Lombok Post

MATARAMA�– Persoalan reposisi jabatan di legislatif yang dilakukan partai politik (parpol) terhadap kadernya sangat mungkin dilakukan. Apalagi dengan alasan penyegaran manakala pada kondisi normal atau tidak terjadi konflik kepengurusan pada suatu partai politik.

a�?Reposisi pada level ketua fraksi, komisi, dan posisi lainnya di legislatif didasarkan pada kesepakatan dan kemufakatan diantara parpol,a�? kata pengamat politik Ahyar Fadli, kemarin (25/1).

Reposisi yang diwacanakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB terhadap kadernya, kata dia, lebih disebabkan karena kondisi internal. PKB masih belum dapat melaksanakan konferensi wilayah PKB secara normal.

Seperti diketahui, posisi Najammuddin saat ini telah berakhir masa jabatannya. Namun diperpanjang sampai ketua definitif terpilih dalam konferensi wilayah yang akan digelar pertengahan tahun ini.

a�?Kondisi ini membuat panas-dingin hubungan di antara para kader, terutama terhadap kader yang siap bertarung untuk memperebutkan posisi ketua DPW PKB NTB,a�? papar Rektor IAIH Bagu Lombok Tengah ini.

Ia melihat isu ini akan berkembang bagai bola salju. Entah itu berkaitan dengan pimpinan dewan di suatu kabupaten/kota atau isu lainnya. Pada kondisi seperti itu, terkadang alasan yang terkonstruksi terlalu abstrak dan tidak masuk akal.

Dikatakan, salah satu alasan utama yang sering dijdadikan acuan adalah loyalitas kader terhadap partai. Ahyar sendiri seringkali mempertanyakan apa indikator konkret dari loyalitas atau tidak loyalnya suatu kader.Jawaban dari pertanyaan ini jawabannya tidak sama antar parpol.

a�?Ada kader parpol di PAW karena dianggap melanggar fakta integritas yang telah disepakati, namun lebih banyak parpol yang alasannya abstrak,a�? jelasnya.

Dengan demikian, isu PKB yang hendak melakukan reposisi terhadap para kadernya yang saat ini menduduki pimpinan di suatu daerah, sebaiknya tidak dilakukan. Ini untuk menjaga harmonisasi partai terutama antar anggota. Kalaupun hal itu terpaksa dilakukan, maka jangan didasarkan atas nama kekuasaan atau mumpung masih memiliki kekuasaan.

Namun, ia meyakini bahwa PKB belum akan melakukan reposisi sampai terpilihnya Ketua DPW PKB yang baru. Soliditas partai hendaknya menjadi acuan bersama kader untuk memasuki konferensi wilayah PKB mendatang.

Memang, sambungnya, saat ini persaingan diantara para kader untuk memperebutkan posisi Ketua DPW PKB sangat panas. Dan tidak jarang mengarah pada black and negatif campaign. Kondisi ini tentu sangat tidak kondusif.

a�?Diharapkan DPP ikut turun tangan untuk mendinginkan situasi yang saat melingkupi para bakal calon ketua DPW PKB NTB,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost

Bawaslu Bersiap Pelototi Kiai Ma’ruf, Ingatkan Tidak Kampanye di Ponpes

Redaksi LombokPost

Bung Nuri: Mari Berpolitik Santun

Redaksi LombokPost

DPT HP Akan Dicermati Dua Bulan

Redaksi LombokPost

Fasilitas Kampanye Presiden Petahana, Pesawat Boleh, Kantor Istana Dilarang

Redaksi Lombok Post

Janji Pemecatan Muhir Masih Pepesan Kosong Belaka

Redaksi LombokPost