Lombok Post
Metropolis

Wagub Amin Geleng-Geleng

MATARAMA�– Banyaknya warga yang mengklaim lahan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika Resort membuat Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin geleng-geleng kepala. Amin cukup tercengang, sebab satu titik lahan bisa diklaim oleh 48 orang sekaligus. a�?Sebab jelas-jelas ini tanah negara, lalu kok bisa diklaim banyak orang,a�? tanyanya, kemarin (25/1).

Dari 46 hektare yang siap dibayarkan uang kerahimannya, ada tiga titik yang belum klir karena masih saling klaim. Yakni, lahan di titik 06 diklaim lima orang, titik 07 diklaim 48 orang, dan titik 12 diklaim dua orang. Sehingga jumlah yang mengklaim 55 orang. Sementara untuk titik 17 seluas 7 are lebih sudah tuntas karena tidak ada yang mengklaim.

Atas kasus ini, Amin benar-benar berharap kepada tim di lapangan untuk ekstra hati-hati dalam menangani aduan tersebut. Verifikasi terhadap dokumen alas penguasaan harus lebih jeli. Ia berharap orang yang benar-benar berhak yang menerima uang kerahiman tersebut. a�?Jangan sampai salah orang,a�? katanya.

Ia sendiri mengaku sangat menyayangkan adanya klaim-klaim yang terlalu banyak. Meski dibenarkan sesuai prosedur, tetapi secara tidak langsung akan menghambat proses pembangunan. Untuk itu, warga diharapkan benar-benar bisa menyelesaikan di internal mereka terlebih dahulu. Ia menghargai apa yang dilakukan warga dan pemerintah tidak ingin menganggap warga menghambat pembangunan.

a�?Tapi kalau begini apa namanya,a�? kata Ketua DPW NasDem ini.

Solusi yang diberikan pemerintah menurutnya merupakan jalan tengah yang terbaik. Warga tetap diberikan haknya karena telah menguasai lahan. Pemerintah pun bisa melanjutkan pembangunan. Dalam kasus ini, pemerintah tidak ingin ada kasus-kasus pelanggarahan HAM.

Bahkan untuk ditindaklanjuti ke proses hukum pemerintah kurang setuju. Semua harus bisa diselesaikan secara baik-baik. Dalam hal ini warga juga harus memahami bahwa pemerintah berniat baik.

a�?Pembangunan itu juga untuk warga di sana, maka mari kita selesaikan secara baik-baik,a�? imbuhnya.

Rencananya, hari ini tim pemprov akan mengundang warga yang telah mengajukan klaim keberatan untuk menuntaskan persoalan lahan tersebut. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka klarifikasi lahan-lahan yang dikuasai. Sehingga tim bisa memutuskan siapa di antara warga yang berhak menerima uang kerahiman tersebut. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost