Praya

Soal Psikotes : Apakah Memilih Perempuan Cantik atau Pekerjaan?

Ada-ada saja cerita menarik para calon pejabat eselon II Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mengikuti seleksi. Kali ini, ada pertanyaan dalam lembaran soal psikotes yang dianggap menggelitik.

***

Usai mengikuti berbagai tahapan seleksi calon kepala dinas (Kadis) dan kepala badan (Kaban) tersebut saling bertukar pengalaman. Tidak ada yang mengharukan, apalagi bermasalah. Yang ada, justru gelak tawa karena ada-ada saja kisah lucu selama seleksi.

Salah satu yang menjadi perbincangan yaitu, salah satu soal ujian psikotes yang disiapkan panitia seleksi (Pansel) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram.

a�?Ada satu soal yang menurut kami menggelitik, namun bermakna,a�? kata para calon pejabat saat berbincang-bincang di pendopo bupati, Rabu malam (25/1).

Yakni ada sebuah pertanyaan berbunyi : Jika ada tamu perempuan cantik, di ruangan kerja, apa yang ada dalam pikiran seorang laki-laki. Apakah, melanjutkan pekerjaan, menunda pekerjaan atau memilih bercengkrama.

A�a�?Rata-rata kami menjawab, memilih bercengkrama. Namanya saja manusia normal,a�? ujar mereka sembari tertawa terbahak-bahak.

Bagi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie soal itu bagaikan ranjau.A� Entah mana yang benar jawabannya, yang penting dijawab saja. Rata-rata rekan-rekannya terdahulu menjawab hal yang sama. Lebih baik, meladeni perempuan cantik, baru menyelesaikan tugas.

a�?Entah apa makna dari soal itu. Alhamdulillah, ternyata lulus juga mengikuti seleksi psikotes itu. Yang penting, dijawab saja, jangan ditunda-tunda,a�? ujarnya.

Sementara itu mantan Kepala Bakesbangpoldagri Loteng HM Suhardi mengaku, selama mengikuti seleksi, memang ada saja yang menggelitik dan mengharukan. Namun, itu semua dilalui dengan optimis.

Ia pun tidak mempermasalahkan, Bupati mengeluarkan kebijakan nonjob kepada dirinya. Yang ia takutkan, justru rekan-rekannya para pejabat yang belum pernah merasakan menjadi staf biasa tiba-tiba turun pangkat.

A�a�?Bayangkan saja, perjalanan nonjob kami ini akan berjalan selama dua bulan. Itu artinya, Januari-Februari ini kami hanya staf biasa saja,a�? sindirnya sembari tersenyum.

Kendati demikian, pihaknya mengambil ancang-ancang jabatan mana yang akan dipilih. Ia pun optimis bisa menduduki jabatan tersebut. a�?Saya sebenarnya berharap, teman-teman media ikut menyaksikan langsung bagaimana calon pejabat itu mengikuti tes psikotes,a�? cetus Sekda HM Nursiah.

a�?Karena, dalam tes psikotes itulah, akan nampak mana pejabat yang layak mendapatkan amanah,a�? lanjut orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya dss/r2)

 

Related posts

Perpanjangan Kontrak Kerja Molor

Redaksi Lombok Post

Kades Tuding Pemkab Plin-Plan

Redaksi Lombok Post

Warga Marong Demo Kejari

Redaksi Lombok Post